Sumenep Susun RAD TPB/SDGs 2025-2029 untuk Pembangunan Berkelanjutan

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Jumat, 13 Juni 2025 - 12:21 WIB

50123 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep Susun RAD TPB/SDGs 2025-2029 untuk Pembangunan Berkelanjutan

Sumenep – Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemerintah Kabupaten Sumenep, resmi memulai proses Penyusunan Rencana Aksi Daerah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (RAD TPB/SDGs) untuk periode 2025–2029.

Proses ini ditandai dengan kegiatan awal yang digelar pada Kamis, 5 Juni 2025.

Penyusunan dokumen RAD TPB/SDGs ini bertujuan untuk menjadi pedoman pembangunan daerah yang lebih presisi, terarah, inklusif, serta selaras dengan prinsip keberlanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) secara nasional maupun global.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, menjelaskan bahwa dokumen RAD akan menjadi acuan lintas sektor dalam menjalankan program pembangunan lima tahun ke depan.

“RAD TPB/SDGs ini adalah peta jalan pembangunan Kabupaten Sumenep. Seluruh perangkat daerah akan merujuk pada dokumen ini agar arah kebijakan pembangunan lebih terukur dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan zaman,” ujar Arif Firmanto.

Arif menambahkan ada empat tujuan pokok yang ingin dicapai dalam penyusunan RAD ini, yakni:

1. Meningkatkan pemahaman lintas sektor terhadap prinsip dasar SDGs, seperti kesetaraan, inklusivitas, dan prinsip no one left behind.

2. Mengidentifikasi capaian dan tantangan pembangunan berkelanjutan yang telah dan sedang dihadapi daerah.

3. Merumuskan strategi, arah kebijakan, dan target pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan lokal, sekaligus mendukung prioritas nasional.

4. Membangun sistem pemantauan, evaluasi, dan pelaporan yang efektif, agar pelaksanaan pembangunan dapat terus dikaji dan diperbaiki secara berkala.

“Kita ingin memastikan bahwa kebijakan yang dibuat tidak hanya baik secara konsep, tetapi juga memberi dampak nyata di lapangan. Oleh karena itu, pemantauan dan evaluasi adalah komponen penting,” tambahnya.

Menurut Arif, Penyusunan RAD TPB/SDGs 2025–2029 dirancang menggunakan pendekatan partisipatif. Pemerintah daerah membuka ruang dialog dan masukan dari berbagai pihak, termasuk akademisi, organisasi masyarakat sipil, pelaku usaha, dan komunitas lokal.

Langkah ini sejalan dengan semangat inklusivitas dalam SDGs, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk terlibat aktif dalam proses ini. Semakin banyak suara yang terlibat, semakin kuat pula dokumen RAD ini sebagai refleksi kebutuhan nyata masyarakat Sumenep,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Arif juga menegaskan bahwa sebagai alat perencanaan pembangunan lokal, RAD TPB/SDGs juga berfungsi sebagai upaya daerah dalam mendukung pencapaian 17 tujuan SDGs yang telah menjadi komitmen Indonesia dalam forum internasional.

Beberapa isu utama yang menjadi perhatian dalam SDGs antara lain: pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi inklusif, serta pelestarian lingkungan hidup.

Bappeda Sumenep menegaskan bahwa seluruh proses penyusunan RAD akan dilakukan secara terbuka dan transparan. Setelah selesai, dokumen ini juga akan dipublikasikan kepada masyarakat agar dapat diketahui, dikritisi, dan dipantau secara luas.

“RAD ini bukan milik pemerintah semata. Ini adalah dokumen publik yang harus bisa diakses, dipahami, dan dikawal bersama,” pungkasnya.

Dengan tersusunnya RAD TPB/SDGs 2025–2029, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap mampu mempercepat pencapaian pembangunan daerah yang menyeluruh, terukur, dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Upaya ini juga diharapkan mampu menjembatani kesenjangan pembangunan antara wilayah pedesaan dan perkotaan, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi kelompok rentan dan marjinal agar ikut terlibat dalam proses pembangunan.

(Hairul)**

Berita Terkait

Bupati Sumenep Raih Penghargaan dari BKN untuk Layanan Penetapan NIP Terbaik
Pencarian Jasad Hariono Berakhir, Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai
Bupati Sumenep Lantik Ketua TP-PKK, Perempuan Sebagai Motor Penggerak Kesejahteraan Rakyat
Memiliki Banyak Prestasi, SMA Negeri 1 Arjasa Layak Mengikuti Adiwiyata
DPRD Terus Mendorong Pemkab Sumenep Dalam Meningkatkan PAD
Matinya Hutan Mangrove di Sumenep: Akibat Kegiatan Tambak Garam
Bersama Para Petani, DKPP Sumenep Optimis Dalam Pencapaian Swasembada Pangan
Pembayaran Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah dengan Aplikasi BBS Mobile
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:45 WIB

Ide Bupati OKU : Mobile Water Purifier Pertama di Indonesia, TIRRA DRINK Resmi Diluncurkan Gubernur Sumsel, Kado Inovatif Tirta Raja Di HUT ke-116 OKU

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:44 WIB

Paripurna Hari Jadi ke-116 OKU: Sinergi Serentak Bergerak, Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:40 WIB

Sidang Dugaan Tindak Pidana Kehutanan di Karo Berlanjut, Jaksa Tegaskan Pembuktian Berdasarkan Fakta Persidangan

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:39 WIB

Diduga Metode Untuk Melindungi Mamak Maling, Polsek Pancur Batu Limpahkan Kembali Laporan Dugaan Fitnah Ke Polrestabes Medan !

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:39 WIB

Pengabdian kepada Masyarakat, Lapas Narkotika Langkat Memperbaiki Fasilitas Umum dari Dukungan Inkopasindo

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:27 WIB

Pengabdian kepada Masyarakat, Lapas Narkotika Langkat Memperbaiki Fasilitas Umum dari Dukungan Inkopasindo

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:59 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:48 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terbaru