Sidang Dugaan Tindak Pidana Kehutanan di Karo Berlanjut, Jaksa Tegaskan Pembuktian Berdasarkan Fakta Persidangan

REDAKSI SUMUT

- Redaksi

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:40 WIB

50203 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satu1news.com – KABANJAHE – Perkara dugaan tindak pidana kehutanan di Kabupaten Karo kembali berlanjut di Pengadilan Negeri Kabanjahe. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Karo terus melaksanakan proses pembuktian terhadap perkara yang menjerat terdakwa Jesse Togatorop dan Manto Nababan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Perkara dugaan tindak pidana kehutanan ini bermula dari laporan yang diterima Satuan Reserse Kriminal Polres Tanah Karo pada 31 Maret 2026. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan aktivitas di Kawasan Hutan Lindung Dusun Cirembu, Desa Kuta Pengkih, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo.

Setelah laporan diterima, penyidik menerbitkan Surat Perintah Penyidikan dan menyampaikan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Karo. Menindaklanjuti hal tersebut, Kejari Karo menunjuk Jaksa Penuntut Umum untuk mengikuti perkembangan penyidikan sejak awal sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam proses penelitian berkas perkara, Jaksa Penuntut Umum sempat memberikan petunjuk atau P-19 agar penyidik melengkapi kekurangan berkas. Setelah seluruh petunjuk dipenuhi, berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21. Selanjutnya dilakukan penyerahan tersangka beserta barang bukti pada 8 Juni 2026 sebelum perkara resmi dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kabanjahe pada 18 Juni 2026.

Dalam surat dakwaan, kedua terdakwa didakwa melakukan aktivitas mengerjakan, menggunakan, serta menduduki kawasan hutan lindung tanpa hak. Selain itu, keduanya juga didakwa melakukan penebangan pohon dan memanfaatkan hasil hutan tanpa izin sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan beserta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selama persidangan berlangsung, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan berbagai saksi untuk memperkuat pembuktian. Para saksi berasal dari unsur kepolisian, Pemerintah Desa Kuta Pengkih, Kepala Dusun Cirembu, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), masyarakat yang membeli kayu, hingga ahli kehutanan dari UPTD Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) XV Kabanjahe.

Berdasarkan keterangan para saksi, aktivitas penebangan pohon jenis Meranti Gembong di kawasan hutan lindung disebut telah berlangsung sejak tahun 2019. Penebangan diduga menggunakan mesin chainsaw, sementara hasil kayu diangkut menggunakan kendaraan. Kawasan tersebut juga diduga dimanfaatkan menjadi lahan pertanian.

Sementara itu, ahli kehutanan menerangkan bahwa hasil pemeriksaan lapangan yang dipadukan dengan pencocokan titik koordinat terhadap peta kawasan hutan menunjukkan lokasi tersebut berada di Kawasan Hutan Lindung Dusun Cirembu, Desa Kuta Pengkih, Kecamatan Mardingding. Ahli juga menjelaskan bahwa status kawasan tersebut tidak pernah berubah serta tidak terdapat izin yang diberikan kepada para terdakwa untuk melakukan aktivitas sebagaimana didakwakan.

Sebagai bagian dari proses pembuktian, Jaksa Penuntut Umum turut menghadirkan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit mobil hardtop, dua unit mesin chainsaw, kayu olahan jenis Meranti Gembong, serta sejumlah barang lain yang diduga berkaitan dengan tindak pidana yang sedang diperiksa di persidangan.

Persidangan masih berlangsung di Pengadilan Negeri Kabanjahe. Setelah pembacaan surat dakwaan dan pemeriksaan para saksi, sidang pada 23 Juli 2026 memasuki agenda pemeriksaan saksi yang meringankan (a de charge). Persidangan dijadwalkan kembali dilanjutkan pada 11 Agustus 2026 dengan agenda pemeriksaan saksi a de charge serta menghadirkan saksi tambahan dari pihak Penuntut Umum.

Kejaksaan Negeri Karo menegaskan bahwa proses penuntutan dilaksanakan secara profesional, objektif, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang sah sesuai ketentuan hukum acara pidana. Kejaksaan juga menegaskan bahwa perkara ini bukan merupakan bentuk kriminalisasi terhadap pihak tertentu.

Jaksa Penuntut Umum Roy Andalan Pelawi, S.H., M.Kn., menjelaskan bahwa fakta-fakta yang terungkap dalam berkas perkara maupun selama persidangan menunjukkan para terdakwa tidak diperintahkan oleh seorang pendeta untuk menebang kayu guna pembangunan gereja.

Menurut Roy, fakta persidangan justru mengungkap bahwa kayu hasil penebangan dijual kepada seorang pendeta sebanyak dua ton dengan nilai Rp9.722.000. Selain itu, para terdakwa juga menjual kayu kepada pihak lain dengan harga Rp5.000.000 per ton.

Roy menambahkan bahwa para terdakwa tidak pernah memperoleh izin dari Kepala Desa. Bahkan, berdasarkan keterangan para saksi, Pemerintah Desa, tokoh masyarakat, serta tokoh agama di Desa Kuta Pengkih telah beberapa kali memberikan teguran agar aktivitas penebangan maupun pembukaan lahan di kawasan Hutan Lindung Dusun Cirembu dihentikan. Namun, teguran tersebut disebut tidak diindahkan.

«”Mereka menjual kayu kepada pendeta. Bagaimana mungkin Kepala Desa memberikan izin, sedangkan lokasi tersebut berada di kawasan hutan. Seluruh dalil itu telah dibantah oleh para saksi dan ahli di persidangan,” ujar Roy Andalan Pelawi.»

Melalui penanganan perkara ini, Kejaksaan Negeri Karo juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian kawasan hutan. Keberadaan hutan memiliki fungsi penting sebagai penyangga lingkungan hidup, menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus menjadi aset negara yang harus dilindungi demi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang. (Ganding Sitepu)

Berita Terkait

Bongkar Sindikat Emas Ilegal Sekadau: Ketika Aturan Hanya Jadi Pajangan dan Rakyat Terpinggirkan
Polres Karo Terbitkan SP2HP Dugaan Pencemaran Nama Baik Lusia Sukatendel
Judi Online dan Togel Marak, Masyarakat Karo Diajak Waspada
Dugaan Penipuan Tanah di Karo, Pembeli Siap Lapor Polisi
BULOG Capai Target Beras Nasional, KC Karo Bidik Target Serap Gabah 100%
Jalan Udara–Simpang Empat Karo Mulai Diperbaiki, Warga Beri Apresiasi
Soroti Deretan Masalah, KAMAKSI Desak OJK dan KPK Periksa Direksi BCA
Dugaan Keracunan MBG di Karo, Puluhan Siswa SMK Negeri 1 Merdeka Dirawat

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Terpilih Secara Aklamasi, Deddy Yopiansyah Siap Kibarkan Panji Golkar Hingga Pelosok Kampung di Gayo Lues

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria di Kutapanjang, Sabu 0,07 Gram Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Program TMMD, Jalan Utama Menuju Huntara Kampung Pepelah Dibuka

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:06 WIB

Bupati Gayo Lues Kunjungi Desa Ume Lah Blang Pegayon, Dialog Penuh Keakraban Bahas Masa Depan Kopi Gayo Lues

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:19 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Resmi Dibuka, Satgas Bersama Warga Mulai Pengerjaan Jalan dan Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni di Desa Pepelah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:51 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Buka Jalan Sepanjang 3.500 Meter dan Bangun RTLH di Desa Pepelah dengan Semangat Gotong Royong

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:41 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Tangkap Pengedar Sabu, Amankan 19 Paket Narkotika Seberat 4,34 Gram

Berita Terbaru