Retno Raswaty, S.S., M.Hum, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat
*SOREANG,* – Kehadiran Kementerian Kebudayaan di acara Pengukuhan Pengurus Besar Pager Kancana Indonesia bukan tanpa alasan. Bagi pemerintah, pencak silat lebih dari sekadar beladiri.
Hal itu disampaikan Retno Raswaty, S.S., M.Hum, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat saat ditemui awak media di Gedung Moch Toha, Minggu (28/6/2026).

“Melalui perguruan silat, selain jurus dan gerakan beladiri, di situ ada pembentukan karakter: disiplin, kepatuhan kepada guru, adaptasi, gotong royong, tolong menolong kepada masyarakat. Bagaimana generasi muda memperlakukan orang tua,” ujarnya.
Menurut Retno, harapan besar dititipkan kepada generasi muda yang menekuni silat.
“Kami harapkan generasi muda yang belajar silat akan menjadi sangat santun, disiplin, berkarakter baik, serta sangat menghargai guru dan orang tua. Ini bagian penting dari kebudayaan Indonesia,” tegasnya.
Negara Hadir Lewat Dana

Retno memastikan Kementerian Kebudayaan hadir sebagai fasilitator untuk menjaga keberlanjutan pencak silat. Salah satu bentuk dukungannya adalah program `Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan`.
Ia juga membuka peluang pendanaan bagi komunitas.
“Kami punya `Dana Indonesiana` khusus dari Kementerian. Besarannya Rp200 juta untuk perorangan dan Rp300 juta untuk komunitas. Pendaftaran tahun ini sudah dibuka dan diharapkan September sudah mulai. Banyak proposal terkait pencak silat yang masuk,” jelasnya.
(Red) **











































