Indramayu, satu1news.com
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tersana terus mengedepankan langkah-langkah pencegahan untuk menjaga kualitas makanan dan memastikan layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen SPPG Tersana dalam memberikan makanan yang aman, layak konsumsi, berkualitas, serta memenuhi harapan para penerima manfaat.
Kepala Dapur SPPG Tersana, Muhammad Haris, mengatakan pengawasan dilakukan secara menyeluruh sejak proses persiapan hingga makanan didistribusikan kepada penerima program MBG.
Menurutnya, prinsip kehati-hatian menjadi hal utama dalam operasional dapur SPPG. Apabila terdapat makanan atau menu yang dinilai berpotensi mengalami penurunan kualitas, pihak dapur tidak akan mengambil risiko untuk tetap mendistribusikannya.
“Upaya pencegahan selalu kami kedepankan untuk menjaga kualitas dan layanan program MBG. Salah satunya, apabila ada menu yang terindikasi berpotensi basi atau terjadi kesalahan teknis, maka akan kami tarik kembali,” ujar Muhammad Haris, Selasa (25/8/2026).
Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab SPPG terhadap penerima manfaat. Menurutnya, kualitas makanan menjadi prioritas karena program MBG bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan makanan, tetapi juga pemenuhan kebutuhan gizi serta keamanan pangan bagi para penerima.
“Kami tidak ingin mengambil risiko. Kalau memang ada indikasi makanan tidak sesuai standar kualitas, lebih baik ditarik. Prinsip kami adalah bagaimana makanan yang diterima benar-benar aman, layak dan memberikan manfaat bagi penerima MBG,” katanya.
Haris menambahkan, evaluasi terhadap operasional dapur juga terus dilakukan untuk mencegah terjadinya persoalan serupa. Koordinasi antara pengelola dapur, petugas distribusi dan pihak penerima manfaat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan.
Komitmen tersebut mendapat respons positif dari pihak sekolah penerima manfaat. Kepala Sekolah SMK NU Sukagumiwang, Mashadi, M.Pd, menilai pelayanan dari SPPG Tersana selama ini sangat memuaskan, baik dari sisi layanan maupun kualitas menu yang diberikan kepada para siswa.
“Kalau dari kami, dapur SPPG Tersana sangat memuaskan, baik dari segi pelayanan maupun kualitas menunya. Kami melihat ada perhatian terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak,” ujar Mashadi.
Menurutnya, kualitas makanan dan ketepatan pelayanan merupakan faktor penting dalam keberhasilan program MBG di lingkungan sekolah. Sebab, makanan yang diberikan kepada siswa harus mampu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi penerimanya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala SD Negeri 3 Sukagumiwang, Ahmad Fathulloh Nur, M.MPd. Bahkan, ia berharap sekolahnya dapat memperoleh layanan MBG dari dapur SPPG Tersana.
“Kami punya keinginan untuk mendapatkan MBG dari dapur SPPG Tersana, karena melihat kualitas dan pelayanannya sangat baik,” ungkap Ahmad.
Ia menilai kualitas menu dan pelayanan yang baik menjadi salah satu alasan pihak sekolah berharap dapat memperoleh dukungan layanan MBG dari SPPG Tersana.
Sementara itu, Muhammad Haris menegaskan bahwa kepuasan penerima manfaat menjadi salah satu indikator penting dalam evaluasi layanan SPPG Tersana.
“Kami tentu berharap penerima MBG merasa puas, bukan hanya karena mendapatkan makanan, tetapi juga karena makanan tersebut berkualitas, aman dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Karena itu, pencegahan dan evaluasi akan terus kami lakukan,” tuturnya.
Dengan langkah pencegahan, pengawasan, evaluasi dan koordinasi yang dilakukan secara berkelanjutan, SPPG Tersana berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan program MBG dapat memberikan manfaat secara maksimal bagi para penerima.











































