Ramai Disorot, Kepala Pekon Bandung Baru Buka Data Realisasi Dana Desa 2024

KAPERWIL PROV. LAMPUNG

- Redaksi

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:01 WIB

5094 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pringsewu – Pemerintah Pekon Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, angkat bicara menanggapi informasi yang berkembang di masyarakat terkait realisasi Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2024. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan berbagai persepsi yang beredar sekaligus menjelaskan penggunaan anggaran secara terbuka.

Kepala Pekon Bandung Baru, Selamet Riyadi, menegaskan bahwa seluruh perencanaan hingga pelaksanaan Dana Desa 2024 telah dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan melalui mekanisme musyawarah desa.

“Dana Desa 2024 kami fokuskan pada kebutuhan prioritas pekon, mulai dari infrastruktur pelayanan pemerintahan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Semua kegiatan punya dasar hukum yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Selamet Riyadi, Rabu (14/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, salah satu kegiatan yang menjadi perhatian publik adalah rehabilitasi kantor pekon. Menurut Selamet, penganggaran tersebut mengacu pada ketentuan desa berstatus Desa Mandiri, dengan alokasi maksimal 10 persen dari Dana Desa dan dilaksanakan secara bertahap.

“Rehabilitasi kantor pekon kami rencanakan selama tiga tahun. Setiap tahap tidak melebihi 10 persen dari Dana Desa. Ke depan, termasuk pada 2026, kami akan mengikuti aturan baru yang membatasi anggaran rehabilitasi kantor maksimal Rp 25 juta,” jelasnya.

Selain itu, Dana Desa 2024 juga direalisasikan untuk pembangunan satu titik sumur bor dengan anggaran Rp 46 juta. Sumur bor tersebut dibangun hingga kedalaman sekitar 40 meter untuk memastikan ketersediaan air bersih yang stabil bagi masyarakat.

“Kondisi tanah di wilayah kami membutuhkan kedalaman tertentu agar debit air terjaga dan bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Pada sektor pemberdayaan ekonomi, pemerintah pekon mengalokasikan Dana Desa 2024 sebesar Rp 120 juta untuk program pengembangan peternakan kambing. Program ini melibatkan empat Kelompok Wanita Tani (KWT) dan satu kelompok ternak.

“Pengadaan awal sekitar 80 ekor kambing. Sekarang jumlahnya sudah lebih dari 100 ekor karena berkembang biak. Program ini kami jalankan untuk memperkuat ekonomi masyarakat berbasis kelompok,” kata Selamet.

Sementara di bidang infrastruktur, Dana Desa 2024 juga digunakan untuk pengerasan jalan lingkungan sepanjang kurang lebih 800 meter. Pembangunan jalan ini ditujukan untuk meningkatkan aksesibilitas warga serta mendukung aktivitas ekonomi, khususnya sektor pertanian.

Selamet menegaskan, Pemerintah Pekon Bandung Baru terbuka terhadap pengawasan dan evaluasi dari pihak mana pun. Ia memastikan pengelolaan Dana Desa dilakukan secara transparan dan akuntabel.

“Dana Desa adalah uang negara yang harus dikelola secara profesional. Kami siap diawasi dan memberikan penjelasan jika dibutuhkan,” tegasnya.

Klarifikasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran utuh kepada masyarakat mengenai realisasi Dana Desa 2024 di Pekon Bandung Baru serta mencegah berkembangnya informasi yang tidak berimbang.

(Reza)

Berita Terkait

Kasus Dugaan Pernikahan Anak di Bawah Umur di Ulu Belu Tanggamus Masuki Babak Baru, Polres Tanggamus Akui Kendala Saksi ASN di Bengkulu
DIDUGA ADA “TONG” PENGOLAHAN EMAS DI WAY RATAI, TIGA LEMBAGA DESAK APARAT TURUN TANGAN
FAPMP Pringsewu Siap Gelar Aksi Besar-besaran, Soroti Dugaan Korupsi Tiga Dinas
Aset BUMDes Hadya Makmur Sidorejo: Klaim 107 Ekor, Hitungan Media Tak Capai 100 Ekor
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas, Presiden GANTARA Sandi Febri Wijaya Imbau Warga Lampung Disiplin Gunakan Masker
LSM PAGAR Lampung Desak Transparansi Anggaran BPBD Tanggamus, Ancaman Aksi Turun Jalan
Calon Kakon Incumbent Tidak Bisa Maju Kembali Jika Bermasalah dengan ADD & Belum Selesaikan Temuan Inspektorat
DPD GILAS Tanggamus Soroti Dugaan Korupsi Anggaran BLUD dan BOK Puskesmas Gunung Alip , Puskesmas Kecamatan Gisting serta Dinkes

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:12 WIB

Kapolda Aceh Tinjau Lahan Jagung 40 Hektare di Pidie, Serahkan Bantuan 10 Sumur Bor untuk Petani

Senin, 25 Mei 2026 - 22:42 WIB

Jelang Idul Adha 1447 H, Dua Pejabat Utama Polres Pidie Kompak Rangkul Tokoh Masyarakat Jaga Kondusifitas Daerah

Berita Terbaru