GPRI Desak Evaluasi Bapenda Purwakarta: 1.574 WP Tak Pakai Tapping Box, PAD Terancam Bocor. 

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Senin, 4 Agustus 2025 - 10:47 WIB

50194 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GPRI Desak Evaluasi Bapenda Purwakarta: 1.574 WP Tak Pakai Tapping Box, PAD Terancam Bocor.

PURWAKARTA – Sorotan terhadap lemahnya kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Purwakarta terus menguat pasca temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang mencatat sebanyak 1.574 wajib pajak (WP) tidak menggunakan tapping box sepanjang tahun 2024.

Temuan ini memicu keprihatinan publik, termasuk dari kalangan masyarakat sipil. Ketua Gerakan Peduli Rakyat Indonesia (GPRI) Kabupaten Purwakarta, Tedi Tanoediredja, angkat bicara dan menyebut kondisi ini sebagai bentuk pembiaran sistemik yang berpotensi merugikan keuangan daerah dalam skala besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Temuan BPK ini tidak bisa dianggap biasa. Ini bukan soal teknis atau alat rusak. Ini soal pembiaran dan lemahnya kontrol. Kalau 1.574 WP bisa lolos, lalu fungsi pengawasan Bapenda itu di mana?” tegas Tedi saat ditemui di sekretariat GPRI, Minggu (4/8/2025).

Laporan BPK RI tahun 2025 secara gamblang menunjukkan bahwa Purwakarta hanya mampu merealisasikan sekitar 35% target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2024. Salah satu penyebab utamanya adalah tidak optimalnya pemanfaatan alat tapping box, sistem yang seharusnya merekam transaksi bisnis secara otomatis untuk kepentingan perpajakan.

Padahal, tapping box sudah diwajibkan sejak beberapa tahun lalu bagi pelaku usaha tertentu seperti hotel, restoran, dan hiburan. BPK menyimpulkan bahwa tidak ada pengawasan aktif, apalagi sanksi bagi pelaku usaha yang menolak atau melepas alat tersebut.

“Kalau sistem ini tidak dijalankan dengan disiplin, daerah akan terus rugi. PAD kita bocor, tapi warga kecil tetap disuruh bayar pungutan. Ini tidak adil,” kata Tedi.

Atas kondisi tersebut, GPRI menuntut agar Pemerintah Daerah melakukan langkah konkret, tidak hanya sebatas klarifikasi atau alasan administratif. Mereka meminta:

1. Evaluasi menyeluruh terhadap Kepala Bapenda dan jajaran terkait.
2. Publikasi terbuka daftar WP yang menghindari tapping box.
3. Pengawasan independen oleh lembaga eksternal untuk sistem perpajakan daerah
4. DPRD segera mengambil sikap melalui hak interpelasi atau pengawasan anggaran.

“Kami juga akan bersurat resmi ke Bupati, DPRD, dan BPK RI untuk meminta tindak lanjut konkret. Jika tidak direspons, aksi publik dan tekanan jalanan jadi opsi,” tutup Tedi.

Berita Terkait

Pelaksanaan proyek Tanggap Darurat di Purwakarta Jadi sorotan, ini Penyebabnya!
Peningkatan Daya Saing Dodol Bu Icih: Inovasi Kemasan dan Pemasaran Digital Dorong UMKM Purwakarta Go Nasional
HRD Rs Radjak Akhirnya Angkat Bicara Tentang Beredarnya Foto Mesra Clening Servis Yang Sangat Memalukan.
H. Eep Supriyadi Mendapatkan Penghargaan Dari Kodim 0619 Purwakarta Sebagai Warga Kehormatan.
SMPN 1 Kiarapedas Juara 1 Festival Tunas Bahasa Ibu ( FTBI ) Purwakarta
Program Jabar Caang 2025: 17 Rumah di Desa Ciparungsari Akan Teraliri Listrik
*Ponpes Suryalaya 120 Tahun* *KDM: Momentum Perkuat Nilai Keislaman yang Inklusif*
Pembangunan Infrastruktur Untuk  Meningkatkan Ekonomi Masyarakat.Cece Saripudin Kades Sukasari 

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:04 WIB

SK Berakhir, 6 Pengurus DPK KNPI Sampaikan Aspirasi, dan mendesak MUSDA KNPI Pesawaran segera di gelar.

Kamis, 24 September 2026 - 17:33 WIB

LSM WASPADA LAMPUNG LAYANGKAN SURAT KONFIRMASI DAN RENCANA PEMBERITAHUAN AKSI UNJUK RASA DI DINAS BMBK PROVINSI LAMPUNG, TUNTUT TRANSPARANSI KEGIATAN KEGIATAN DI DESA TANJUNG KERTA

Jumat, 18 September 2026 - 19:53 WIB

Kasus Dugaan Pernikahan Anak di Bawah Umur di Ulu Belu Tanggamus Masuki Babak Baru, Polres Tanggamus Akui Kendala Saksi ASN di Bengkulu

Rabu, 9 September 2026 - 05:55 WIB

DIDUGA ADA “TONG” PENGOLAHAN EMAS DI WAY RATAI, TIGA LEMBAGA DESAK APARAT TURUN TANGAN

Minggu, 6 September 2026 - 19:59 WIB

FAPMP Pringsewu Siap Gelar Aksi Besar-besaran, Soroti Dugaan Korupsi Tiga Dinas

Minggu, 6 September 2026 - 07:27 WIB

Aset BUMDes Hadya Makmur Sidorejo: Klaim 107 Ekor, Hitungan Media Tak Capai 100 Ekor

Minggu, 6 September 2026 - 07:21 WIB

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas, Presiden GANTARA Sandi Febri Wijaya Imbau Warga Lampung Disiplin Gunakan Masker

Sabtu, 5 September 2026 - 14:35 WIB

LSM PAGAR Lampung Desak Transparansi Anggaran BPBD Tanggamus, Ancaman Aksi Turun Jalan

Berita Terbaru