Dialog Kebangsaan Bahas Quo Vadis Pluralisme Kota Ham “Pentingnya Toleransi Di Tengah Kehidupan Bermasyarakat”

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Sabtu, 15 November 2025 - 21:23 WIB

50101 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Memperingati Hari Toleransi Internasional, Bandung Gelar Dialog Kebangsaan Bahas Quo Vadis Pluralisme di Kota HAM

Menjelang peringatan Hari Toleransi Internasional yang jatuh pada 16 November, sejumlah tokoh dari unsur pemerintahan, akademisi, dan lembaga negara berkumpul dalam acara Dialog Kebangsaan bertajuk

“Quo Vadis Implementasi Pluralisme di Kota HAM (Bandung)” di Sari Ater Kamboti, Kota Bandung, Sabtu (15/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara ini menjadi ruang diskusi publik untuk melihat kembali arah implementasi pluralisme di Bandung kota yang menyandang predikat Kota HAM serta menegaskan pentingnya merawat toleransi di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin beragam.

DPRD Jawa Barat: Administrasi Masih Jadi Hambatan Pemenuhan HAM

Dalam diskusi tersebut, salah satu anggota DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, menyoroti hambatan administratif yang kerap menjadi penghalang utama dalam pemenuhan hak asasi manusia, termasuk kebebasan beragama.

“Hak asasi manusia sering tersendat di soal administratif. Itu yang kemudian menimbulkan berbagai persoalan. Kebebasan beragama tidak pernah mudah, tetapi harus terus diperjuangkan,” katanya.

Ia menekankan perlunya perbaikan regulasi dan penyederhanaan birokrasi agar pemenuhan HAM tidak berhenti di meja administrasi.

 

DPRD Kota Bandung: Bandung Harus Jadi Teladan Kota HAM

Anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi PDIP, Andri Gunawan, mengajak masyarakat Bandung menjadikan nilai kemanusiaan sebagai kompas moral dalam kehidupan berbangsa.

“Kebenaran itu tidak memandang warna, latar belakang, atau perbedaan apa pun. Hak beragama, hak hidup layak, dan hak untuk diperlakukan sejajar harus dijamin bagi setiap warga,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Bandung harus dikenal bukan hanya sebagai Kota Kembang, tetapi juga sebagai kota yang menegakkan nilai HAM, kesejahteraan, dan semangat kebangsaan yang diwariskan dalam Konferensi Asia-Afrika.pungkasnya**

Berita Terkait

Dugaan Penganiayaan Anggota LSM KOREK di BPN Kota Bandung, CCTV dan Saksi Diminta Diperiksa
Ribuan Warga Padati Festival Asia Afrika, Bandung Semakin Mendunia
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jabar: Silat Bentuk Karakter, Negara Siapkan Dana Rp300 Juta
SAA Datangi Polda Jabar, Minta Kejelasan Laporan Dugaan Perkara TH yang Telah Berjalan Sejak 2024
Grand Final Duta GenRe Kota Bandung 2026 Lahirkan 3 Finalis Terbaik
Wagub Erwan Dorong Pelaku Jasa Konstruksi Semakin Profesional dan Berorientasi Kualitas Pekerjaan
Fadly Amran & FKKP Gas Padang Jadi Kota Kuliner Internasional
Sejumlah Temuan Proyek Infrastruktur Jadi Sorotan, ARM Bersiap Gelar Aksi Unjuk Rasa

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:12 WIB

Kapolda Aceh Tinjau Lahan Jagung 40 Hektare di Pidie, Serahkan Bantuan 10 Sumur Bor untuk Petani

Senin, 25 Mei 2026 - 22:42 WIB

Jelang Idul Adha 1447 H, Dua Pejabat Utama Polres Pidie Kompak Rangkul Tokoh Masyarakat Jaga Kondusifitas Daerah

Berita Terbaru