Tiga Rumah Rusak dan 20 Jiwa Terdampak Longsor, Pemdes Pangalengan Bergerak Cepat Cegah Bencana Susulan

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Sabtu, 1 November 2025 - 16:19 WIB

50115 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung,Satunews.Net – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pangalengan selama sepekan terakhir membawa dampak serius bagi warga. Kamis (30/10/2025) sore, bencana tanah longsor melanda beberapa titik di wilayah Desa Pangalengan, Kabupaten Bandung. Akibatnya, sejumlah rumah warga rusak dan puluhan jiwa harus menanggung dampaknya.

 

Dari hasil pendataan sementara, longsor paling parah terjadi di Kampung Cisurili RW 13, di mana tiga rumah mengalami kerusakan cukup berat, sementara dua rumah lainnya dalam kondisi terancam. Tebing tinggi yang berada di belakang permukiman warga tak kuat menahan derasnya air hujan, hingga akhirnya ambrol dan menimbun sebagian bangunan.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya di Cisurili, longsor juga terjadi di Kampung Langbong RW 14 dan Kampung Warung Awi RW 01. Di lokasi lain, genangan air akibat luapan sungai memperparah kondisi lingkungan sekitar. Lumpur dan material tanah membuat jalan warga sulit dilalui, dan sebagian akses jalan sempat terputus.

 

Pemdes Bergerak Cepat Tangani Dampak Longsor

 

Kepala Desa Pangalengan, Agus Supriatna, menuturkan bahwa penanganan dilakukan sesegera mungkin begitu laporan bencana diterima. Pemerintah desa bersama aparat kecamatan, Polsek, Koramil, relawan, dan warga sekitar, langsung turun tangan untuk mengevakuasi warga serta menyingkirkan material longsoran yang menutup jalan dan mengancam rumah.

 

“Kami bergerak cepat. Semua unsur kami libatkan, baik dari aparatur kecamatan, Polsek, Koramil, maupun relawan dan masyarakat. Untuk lokasi di Cisurili, hari Sabtu besok dijadwalkan kerja bakti bersama membersihkan sisa longsoran dan memperkuat tanggul sementara. Sementara bantuan untuk keluarga terdampak sudah kami serahkan hari Jumat,” jelas Agus. Sabtu, (01/11/2025).

 

Agus menambahkan, kebutuhan mendesak saat ini di lokasi bencana meliputi terpal dan karung, yang akan digunakan untuk menutup area terbuka serta memperkuat tanah agar tidak kembali longsor. Sedikitnya 500 karung tanah dibutuhkan untuk membuat penahan darurat di sekitar tebing yang rawan ambrol.

 

Ruas Jalan Provinsi Ikut Terdampak

 

Selain permukiman warga, longsor juga mempengaruhi ruas jalan provinsi yang melintasi wilayah Pangalengan. Tumpukan bambu dan tanah longsoran sempat menutupi sebagian badan jalan, membuat akses kendaraan terganggu.

 

Pemerintah desa bersama tim gabungan dari kecamatan dan relawan segera melakukan penebangan pohon bambu serta pembersihan material tanah agar lalu lintas bisa kembali normal.

 

“Penanganan di lapangan kami lakukan secara gotong royong. Selain menyingkirkan material, kami juga memastikan jalur evakuasi dan akses warga tidak terhambat,” tutur Agus.

 

Kerugian Ditaksir Capai Rp150 Juta

Berdasarkan laporan resmi dari Satuan Tugas Desa Tangguh Bencana (Destana) Pangalengan, total kerugian akibat bencana ini mencapai sekitar Rp150 juta. Sebanyak 20 jiwa dilaporkan terdampak langsung, termasuk anak-anak dan lansia.

 

Meski tidak ada korban jiwa, beberapa warga masih merasa trauma karena hujan dengan intensitas tinggi terus turun hampir setiap hari. Beberapa di antara mereka memilih mengungsi sementara ke rumah saudara atau tetangga yang lebih aman.

 

Pemerintah desa telah melaporkan kejadian ini kepada BPBD Kabupaten Bandung, serta menyalurkan laporan resmi kepada Dinas PUTR, Disperkimtan, Dinas Sosial, PMI, dan Baznas Kabupaten Bandung melalui Camat Pangalengan. Tujuannya agar proses penanganan lanjutan dan bantuan logistik bisa segera ditindaklanjuti.

 

Warga Diminta Tetap Waspada

 

Melihat curah hujan yang masih tinggi dan potensi bencana susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu, Agus Supriatna mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan dini, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar tebing atau lereng curam.

 

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Curah hujan saat ini masih tinggi, dan kondisi tanah di beberapa titik sudah jenuh air. Jangan ragu melapor jika melihat tanda-tanda retakan tanah atau pergeseran di sekitar rumah,” pungkasnya.

 

Sinergi Jadi Kunci Mitigasi Bencana

 

Peristiwa longsor di Pangalengan ini kembali menjadi pengingat bahwa wilayah selatan Bandung termasuk daerah dengan kontur tanah rawan pergerakan. Namun, cepatnya respons pemerintah desa bersama lintas unsur menjadi bukti kuat bahwa sinergi dan kepedulian bersama adalah kunci dalam menghadapi bencana.

 

Kerja cepat, gotong royong warga, serta koordinasi antarinstansi menjadi penopang utama pemulihan pascabencana. Harapan pun tumbuh di tengah warga Pangalengan agar musim hujan tahun ini dapat mereka lalui tanpa kejadian serupa terulang kembali. (Dewi)

Berita Terkait

Ribuan Warga Padati Festival Asia Afrika, Bandung Semakin Mendunia
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jabar: Silat Bentuk Karakter, Negara Siapkan Dana Rp300 Juta
SAA Datangi Polda Jabar, Minta Kejelasan Laporan Dugaan Perkara TH yang Telah Berjalan Sejak 2024
Grand Final Duta GenRe Kota Bandung 2026 Lahirkan 3 Finalis Terbaik
Wagub Erwan Dorong Pelaku Jasa Konstruksi Semakin Profesional dan Berorientasi Kualitas Pekerjaan
Fadly Amran & FKKP Gas Padang Jadi Kota Kuliner Internasional
Sejumlah Temuan Proyek Infrastruktur Jadi Sorotan, ARM Bersiap Gelar Aksi Unjuk Rasa
Farhan: Bangun Bandung Tak Cukup Teknis, Perlu Penguatan Spiritual dan Gotong Royong

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 18:01 WIB

Dugaan Keracunan MBG di Karo, Puluhan Siswa SMK Negeri 1 Merdeka Dirawat

Senin, 14 September 2026 - 17:18 WIB

Bulog Karo Gencarkan Pasar Murah, Bantuan Pangan Capai 1.771 Ton

Jumat, 11 September 2026 - 21:36 WIB

Rekanan Mitra PT. Agrinas Palma Nusantara Berikan Penjelasan Regulasi SOP Pelaksana Agar Masyarakat Paham dan Tidak Diadu Domba

Jumat, 11 September 2026 - 00:02 WIB

BBC: Pemkot Bandung Jangan Ganggu Car Free Day (CFD) Buah Batu! Begini jelanya!

Kamis, 10 September 2026 - 16:42 WIB

Ketua DPD KESTI TTKKDH SALEH PURNAWAN, Purnawa Hadiri Latihan Rutin Padepokkan Macan Kumbang Kedondong

Kamis, 10 September 2026 - 02:07 WIB

Motor Dilarang Masuk Sekolah, Parkir Malah Menjamur di Rumah Warga: KCD XII Jangan Tutup Mata!

Sabtu, 5 September 2026 - 13:17 WIB

Implementasi Asta Cita, PERMAHI Jambi Bahas Tantangan Koperasi Merah Putih

Sabtu, 5 September 2026 - 12:16 WIB

Bulog Karo Gelar Pasar Murah, Beras SPHP Dipastikan Tersedia di Kabanjahe

Berita Terbaru