Bupati Bekasi Tinjau Lokasi Banjir di Sukamanah, Fokus pada Penanganan Cepat dan Sinergi Lintas Sektor

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Selasa, 4 November 2025 - 17:27 WIB

50125 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang menyerap aspirasi warga. Senin (03/11/2025). foto : Ike Sopiah

Satunews.net

SUKATANI — Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang meninjau langsung lokasi banjir di Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, pada Senin (03/11/2025). Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Pj Sekda Kabupaten Bekasi, perangkat daerah terkait, Ketua Baznas, perwakilan BNPB, Camat Sukatani, serta Kepala Desa Sukamanah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Tinjauan dimulai dari tiga sekolah yang terdampak banjir, kemudian berlanjut ke lokasi tanggul yang jebol serta pemukiman warga yang masih tergenang air. Bupati juga menyempatkan diri menyapa warga terdampak dan mendengarkan langsung keluhan serta kebutuhan mereka di lapangan.

‎Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang mengatakan, hasil tinjauan di lapangan menemukan beberapa persoalan utama yang harus segera ditangani.

‎“Salah satunya pekerjaan BBWS yang tertunda, ini menjadi sumber utama air meluap ke pemukiman. Saya minta pihak BBWS segera tanggap agar genangan tidak semakin meluas,” tegasnya.

‎Selain itu, Bupati juga menyoroti kondisi rumah warga yang rusak akibat banjir.

‎“Kalau lahan tempat tinggal warga ini milik pribadi dengan bukti surat kepemilikan yang sah, kita akan bantu melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Tapi kalau tanahnya milik negara, kita bantu kebutuhan logistik, makanan, dan tempat istirahat sementara,” jelas Ade Kuswara.

‎Ia menambahkan, penanganan harus dilakukan secara cepat, terutama di titik-titik tanggul yang jebol.

‎“Tanggul ini harus segera dibuatkan penahan air sementara supaya air tidak melimpas ke pemukiman. Untuk jangka panjang, pekerjaan permanen seperti pemasangan beton penahan harus diselesaikan lebih cepat agar tidak terulang,” ujarnya.

‎Bupati Ade Kunang juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan banjir ini.

‎“BNPB sudah menyatakan kesiapannya membantu. Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk CSR agar penanganan banjir ini benar-benar nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ucapnya.

‎Selain meninjau tanggul dan sekolah terdampak, Bupati juga mengunjungi dapur umum yang didirikan BPBD di depan Kantor Desa Sukamanah sebagai pusat logistik bagi warga terdampak.

‎Usai tinjauan, Bupati mengikuti rapat koordinasi bersama perangkat daerah dan BNPB untuk merumuskan langkah konkret penanganan pascabanjir.

‎“Warga sedang dalam kondisi darurat, jadi yang paling penting sekarang adalah tindakan cepat dan nyata di lapangan,” tandas Bupati Ade Kuswara Kunang.

‎Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan lapangan bersama Bupati dan menindaklanjuti hasil rapat koordinasi dengan langkah-langkah konkret.

‎“Tadi kita sudah mengecek ke lapangan dengan Pak Bupati, dan beliau juga sudah melihat langsung. Dari hasil rapat tadi, ada tiga hal yang menjadi konsentrasi penanganan,” ujar Muchlis.

‎“Pertama, BSH 0 yang pintu airnya sudah tidak berfungsi — ini sudah langsung dikerjakan oleh Dinas SDABMBK hari ini dan diharapkan selesai dalam waktu satu minggu. Kedua, pemasangan sitpel atau tembok penahan tanggul yang sudah kita koordinasikan dengan pihak BBWS untuk segera ditindaklanjuti. Ketiga, pembersihan sampah di sepanjang aliran kali mulai dari Sukatani, Sukakarya, hingga Cabangbungin dan sebagian di Muara Gembong, yang saat ini sedang dicicil pengerjaannya oleh teman-teman Dinas Lingkungan Hidup,” jelasnya.

‎Muchlis menambahkan, di Desa Sukamanah sendiri terdapat tiga titik tanggul yang jebol, sementara di sekitar lokasi masih terdapat tanggul-tanggul dengan kondisi kritis.

‎“Di bawah tanggul ada pori-pori yang bisa membesar jika terus tertekan air. Karena itu, masyarakat bersama relawan sudah mulai memperkuat tanggul dengan menumpuk karung pasir di lokasi yang jebol,” terangnya.

(Han)**

Berita Terkait

Langkah Perdana Plt Lapas Narkotika Langkat Yan Patmos Kordinasi dan Silaturahmi dengan BNNK Langkat Perkuat Sinergi P4GN
Kalapas Labuhan Ruku Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik Lewat Podcast YouTube ke Polres Batu Bara
Sat Reskrim Polres Simalungun Rilis Pengungkapan 43 Kasus 3C, 69 Tersangka Diamankan
Kalapas Labuhan Ruku: Dugaan Pelanggaran Tidak Benar – Kami Jalankan Tugas Secara Profesional dan Transparan
SP2HP Terbit, Kasus Dugaan Pengeroyokan Suriati Naik Penyidikan; Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas dan Tangkap Seluruh Pelaku
Mewakili Bupati, Sekda OKU Alva Elan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Pasar Baru
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Kembali Bertindak, Seorang Pemilik Sabu Diamankan di Lawe Alas
Penuh Haru dan Kekeluargaan, Kanwil Ditjenpas Sumut Lepas Yudi Suseno Menuju Amanah Baru di Jawa Barat

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 17:47 WIB

Wagub Erwan Dorong Pelaku Jasa Konstruksi Semakin Profesional dan Berorientasi Kualitas Pekerjaan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:59 WIB

Surat Resmi Tak Digubris, Transparansi DPUTRLH Dipertanyakan

Senin, 1 Juni 2026 - 18:06 WIB

Warga Resah, Rumah di Blok Pecuk Panyindangan Kulon Diduga Jadi Lokasi Transaksi Obat Keras Daftar G

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:53 WIB

Fadly Amran & FKKP Gas Padang Jadi Kota Kuliner Internasional

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:16 WIB

Sejumlah Temuan Proyek Infrastruktur Jadi Sorotan, ARM Bersiap Gelar Aksi Unjuk Rasa

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:55 WIB

Di Balik Klaim 100% LHKPN Pemkot Bekasi: Oknum Disdagperin “R” Diseret ke Kejagung dan KPK Atas Dugaan Korupsi Aset Pasar

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:46 WIB

Ega Ayu Aryani, Anak Aman Yani, Ungkap Peran Ririn dalam Pengambilan Uang atas Perintah Ayahnya

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:12 WIB

Toni RM Tegaskan Tak Membela yang Salah: “Jika Tidak Ada Bukti Kuat, Ririn Harus Dibebaskan”

Berita Terbaru