SATUNEWS.NET— BINUS University kembali menunjukkan komitmennya terhadap pengabdian masyarakat melalui pelaksanaan program pemberdayaan dan pendampingan UMKM fesyen di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.
Kegiatan yang digelar di Kampus BINUS Alam Sutera ini merupakan bagian dari program Hibah Internal Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) BINUS University. Tangerang, 26 Juni 2025.

Sebanyak 10 pelaku UMKM fesyen yang terdiri dari penjahit busana muslimah, pengrajin tas rajut, pelaku konveksi rumahan, hingga pembuat hijab dan pakaian anak, terlibat aktif dalam program ini.
Mereka mendapatkan pelatihan intensif selama setengah hari yang fokus pada dua aspek utama: teknik desain gradasi warna untuk produk fesyen dan strategi branding digital bagi produk UMKM.

Kegiatan ini digelar secara kolaboratif oleh para dosen dari Program Studi Fashion dan BINUS Business School, dengan melibatkan mahasiswa dari kedua program sebagai pendamping lapangan.
Mahasiswa tidak hanya membantu peserta dalam merancang produk dan mengembangkan identitas merek, tetapi juga turut belajar langsung dari praktik pemberdayaan berbasis komunitas.
“Kami percaya bahwa pemberdayaan yang berkelanjutan adalah ketika UMKM dilibatkan sebagai subjek aktif dan mahasiswa diberi ruang untuk belajar langsung dari konteks nyata masyarakat,” ujar salah satu dosen pendamping dari Program Studi Fashion BINUS University.
Dalam sesi pelatihan, mahasiswa Fashion membantu peserta mengembangkan desain scarf dan pashmina menggunakan tren warna lokal, sementara mahasiswa BINUS Business School membimbing UMKM dalam membuat akun media sosial, menyusun konten promosi, serta merancang logo usaha.
Pendekatan ini memperkuat model project-based learning yang selama ini diterapkan di lingkungan kampus.
Program ini secara langsung mendukung sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), di antaranya:
SDG 4: Pendidikan Berkualitas – melalui pelatihan keterampilan non-formal.
SDG 5: Kesetaraan Gender – karena mayoritas peserta merupakan perempuan pelaku usaha.
SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi – melalui peningkatan produktivitas UMKM.
SDG 9: Inovasi dan Infrastruktur – dengan mendorong adopsi digital branding dan desain kreatif.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata model pengabdian masyarakat lintas disiplin yang partisipatif dan berdampak langsung. UMKM tak hanya menjadi objek, tetapi diposisikan sebagai mitra pemberdayaan sejajar, sementara mahasiswa memperoleh pengalaman riil dalam konteks sosial dan kewirausahaan.
Ke depannya, BINUS University merencanakan pengembangan program lanjutan seperti pelatihan fotografi produk, manajemen keuangan sederhana, serta pendampingan pendaftaran merek dagang.
Program ini juga berpotensi diintegrasikan ke dalam skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang memungkinkan mahasiswa berkontribusi aktif dalam proyek sosial berbasis ilmu dan empati.
Dengan inisiatif ini, BINUS University berharap dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain dalam membangun kolaborasi sinergis antara dunia akademik dan masyarakat—demi menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan inklusif.***











































