Mahasiswa Tasik Timur Menuntut Pertanggungjawaban dan Mempertanyakan Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Jumat, 14 Maret 2025 - 22:43 WIB

50237 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ali Primadani, Pengurus Harian Mahasiswa Tasik Timur

Caption : Ali Primadani, Pengurus Harian Mahasiswa Tasik Timur

SATUNEWS.NET

KAB. TASIKMALAYA, || Mahasiswa Tasik Timur dengan tegas meminta pertanggungjawaban Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya atas dugaan penggelapan uang tabungan siswa yang terjadi di salah satu sekolah dasar (SD) di Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, pada tahun 2019. Kasus ini semakin memunculkan tanda tanya besar mengenai pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan dana yang melibatkan lembaga pendidikan.

Ali Primadani, Pengurus Harian Mahasiswa Tasik Timur, menyatakan bahwa kasus ini tidak hanya mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap sekolah dasar, tetapi juga menggambarkan lemahnya fungsi pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya. Menurut Ali, peran Dinas Pendidikan dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi dalam setiap pengelolaan dana di sekolah sangatlah vital, apalagi dalam pendidikan dasar yang menjadi pondasi masa depan anak-anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya harus bertanggung jawab atas kejadian ini. Kelemahan pengawasan yang terjadi menunjukkan betapa bobroknya sistem pendidikan di daerah ini. Ini bukan hanya soal uang yang hilang, tetapi juga tentang kepercayaan masyarakat dan orang tua terhadap lembaga pendidikan. ” Ujar Ali Primadani, Jumat 14 Maret 2025.

Lebih lanjut, Ali menekankan bahwa sekolah dasar merupakan tahap yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak, di mana anak-anak mulai belajar berpikir kritis, disiplin, dan membangun rasa ingin tahu yang akan memengaruhi masa depan mereka. Oleh karena itu, pengawasan terhadap pengelolaan dana sekolah dan seleksi guru harus dilakukan secara ketat dan transparan.

“Jika Dinas Pendidikan tidak segera bertindak, maka dampaknya akan sangat besar. Orang tua akan kehilangan kepercayaan, dan kualitas pendidikan di Tasikmalaya bisa terganggu. Kami meminta Dinas Pendidikan untuk menanggapi masalah ini dengan serius dan memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat. ” Lanjut Ali.

Mahasiswa Tasik Timur juga menuntut agar Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dana sekolah dasar di seluruh wilayahnya. Langkah konkret yang diperlukan termasuk penegakan aturan yang berlaku, serta pemberian sanksi tegas terhadap pihak yang terbukti terlibat dalam penggelapan dana.

“Saya menuntut Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya untuk segera mengambil tindakan nyata. Jangan hanya menutup mata terhadap masalah ini, tetapi berikan solusi dan pertanggungjawaban yang jelas kepada masyarakat dan orang tua,” Tegas Ali Primadani.

Dengan adanya kasus ini, Mahasiswa Tasik Timur mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya orang tua siswa dan stakeholder pendidikan, untuk terus mengawasi dan mendesak agar kasus ini ditangani dengan serius demi kepentingan masa depan pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya.

(AgS)

 

Berita Terkait

Sidang Dugaan Tindak Pidana Kehutanan di Karo Berlanjut, Jaksa Tegaskan Pembuktian Berdasarkan Fakta Persidangan
Kematian Sungguh Satria Aritonang Belum Terungkap Meski Visum dan Keterangan Saksi Telah Dikantongi Penyidik
Taufik Hidayat (TH) Kembali Tenar, LP Dari Korban Lainnya “SAA” Ditangani Unit PPA Polresta Bandung
Sinergitas Sat Reskrim dan Polsek Purba Polres Simalungun Gerak Cepat Tangani Kasus Penganiayaan, Pelaku Diamankan Bersama Barang Bukti
Sinergi Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 325 Kilogram Sabu Asal Tailan di Lhokseumawe
Kinerja Profesional Polsek Bosar Maligas Bersinar, Unit Reskrim Cepat Ungkap Kasus Pencurian Kabel Tembaga di KEK Sei Mangkei
Joni Sitepu Bongkar Fakta Sengketa Agraria Nambiki, Sebut Dokumen Keluarga Sembiring Lebih Kuat dari Klaim Perusahaan
Prof Dr Nasomal: “Pak Kapolri, Galian Pasir Tidak Berizin Di Bintan Merusak Ekosistem Alam. Pelakunya Tidak Pernah Ditangkap. Di Mana Polisi?”

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:45 WIB

Ide Bupati OKU : Mobile Water Purifier Pertama di Indonesia, TIRRA DRINK Resmi Diluncurkan Gubernur Sumsel, Kado Inovatif Tirta Raja Di HUT ke-116 OKU

Senin, 27 Juli 2026 - 14:11 WIB

PPP AD Kabupaten Karo Resmi Punya Nahkoda Baru, Esra Barus Pimpin Periode 2026-2031

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:39 WIB

Diduga Metode Untuk Melindungi Mamak Maling, Polsek Pancur Batu Limpahkan Kembali Laporan Dugaan Fitnah Ke Polrestabes Medan !

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:39 WIB

Pengabdian kepada Masyarakat, Lapas Narkotika Langkat Memperbaiki Fasilitas Umum dari Dukungan Inkopasindo

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:27 WIB

Pengabdian kepada Masyarakat, Lapas Narkotika Langkat Memperbaiki Fasilitas Umum dari Dukungan Inkopasindo

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:59 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:48 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Senin, 20 Juli 2026 - 21:03 WIB

Jaga Soliditas dan Sinergitas, Kapolres dan Forkopimda Simalungun Serta Pematang Siantar Gelar Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat

Berita Terbaru