PP GPA Sikapi Ancaman Demo BEM SI: Ajak Semua Pihak Jaga Persatuan dan Stabilitas Nasional

SATU NEWS

- Redaksi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:57 WIB

505 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 12 Juni 2026 – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Alwashliyah (PP GPA) angkat bicara mengenai dinamika sosial-politik terbaru, khususnya terkait ultimatum yang disampaikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kepada pemerintah. BEM SI sebelumnya mengancam akan menggelar aksi massa “Reformasi Jilid II” jika tuntutan perbaikan ekonomi tidak dipenuhi dalam 18 hari.

Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Alwashliyah, H. Saibal Putra, menyatakan bahwa menyampaikan pendapat dan aspirasi adalah hak konstitusional yang dijamin oleh undang-undang. Namun, ia mengingatkan agar momentum ini tidak mencederai perdamaian dan kerukunan bangsa yang telah dirawat bersama.

“Kami memahami keresahan teman-teman mahasiswa terkait kondisi ekonomi saat ini,” ujar Saibal Putra dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (12/6/2026). “Namun, mengancam dengan narasi Reformasi Jilid II dalam waktu sesingkat itu justru berpotensi memicu kegaduhan baru yang bisa memperlambat pemulihan ekonomi itu sendiri.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saibal Putra menilai, tantangan ekonomi global dan domestik yang dihadapi Indonesia saat ini membutuhkan solusi yang komprehensif, bukan instan. Oleh karena itu, ia mengajak para mahasiswa, tokoh masyarakat, dan pemerintah untuk duduk bersama guna mencari jalan keluar terbaik lewat jalur dialog yang konstruktif.

“Saat ini yang kita butuhkan adalah kolaborasi, bukan konfrontasi,” tegas Saibal Putra.

PP GPA mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk mahasiswa, untuk saling menjaga, menahan diri, dan bersatu. Energi bangsa tidak boleh habis untuk konflik internal yang justru merugikan masyarakat kecil.
Lebih lanjut, PP GPA menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berpihak pada kemaslahatan umat dan keadilan sosial, dengan tetap mengedepankan cara-cara yang damai, sejuk, dan bermartabat. (*)

Berita Terkait

Demo Kritik Boleh, Tapi Fakta Menunjukkan Prabowo Sedang Menyelamatkan Keuangan Negara
Wujudkan Persatuan, Kolaborasi, dan Resolusi Ekonomi untuk Indonesia, Bukan Reformasi Jilid II
Demi Aceh Utara dan Amanah Mualem, Ayah Wa Temui Menteri Agama: Perjuangkan MTQ Nasional hingga Fasilitas Ibadah Pascabanjir
Stop Narasi Framing Terhadap AHY, Publik Menilai Tuduhan Tersebut Tendensius dan Tidak Berdasar
Target swasembada pangan, Polri & BUMDes Desa Kita Baru tanam 30 ribu jagung pipil Betras 1 Ha metode tumpang sari. Polsek Tapung Hilir kawal panen Agustus 2026.
Yasonna Laoly Dinilai Berprestasi dan Tegas Berantas KKN, LPPI Tolak Framing Negatif
Publik : Ketegasan Menteri Agus Andrianto Nonaktifkan Pejabat Terjerat KPK Patut Diapresiasi
Kebebasan Berkarya Bukan Alasan Mencatut Wajah Tokoh Adat, Copot Izin Film “Pesta Babi

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:39 WIB

Demo Kritik Boleh, Tapi Fakta Menunjukkan Prabowo Sedang Menyelamatkan Keuangan Negara

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:57 WIB

PP GPA Sikapi Ancaman Demo BEM SI: Ajak Semua Pihak Jaga Persatuan dan Stabilitas Nasional

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:01 WIB

Demi Aceh Utara dan Amanah Mualem, Ayah Wa Temui Menteri Agama: Perjuangkan MTQ Nasional hingga Fasilitas Ibadah Pascabanjir

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:38 WIB

Stop Narasi Framing Terhadap AHY, Publik Menilai Tuduhan Tersebut Tendensius dan Tidak Berdasar

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:37 WIB

Target swasembada pangan, Polri & BUMDes Desa Kita Baru tanam 30 ribu jagung pipil Betras 1 Ha metode tumpang sari. Polsek Tapung Hilir kawal panen Agustus 2026.

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:59 WIB

Yasonna Laoly Dinilai Berprestasi dan Tegas Berantas KKN, LPPI Tolak Framing Negatif

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:34 WIB

Publik : Ketegasan Menteri Agus Andrianto Nonaktifkan Pejabat Terjerat KPK Patut Diapresiasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:25 WIB

Kebebasan Berkarya Bukan Alasan Mencatut Wajah Tokoh Adat, Copot Izin Film “Pesta Babi

Berita Terbaru