Demi Aceh Utara dan Amanah Mualem, Ayah Wa Temui Menteri Agama: Perjuangkan MTQ Nasional hingga Fasilitas Ibadah Pascabanjir

SATU NEWS

- Redaksi

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:01 WIB

505 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Langkah penuh makna kembali ditunjukkan Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. atau yang akrab disapa Ayah Wa. Di tengah berbagai tantangan pemulihan pascabencana di Aceh Utara, Ayah Wa hadir langsung di Kementerian Agama Republik Indonesia untuk membawa amanah besar rakyat Aceh sekaligus mewakili Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem) dalam membahas pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional serta pemulihan sarana pendidikan dan fasilitas keagamaan yang rusak akibat banjir.

Pertemuan penting itu berlangsung hangat di Kantor Kementerian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026), saat Ayah Wa bersilaturahmi langsung dengan Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. Dalam kesempatan tersebut, Ayah Wa menyampaikan salam hormat dari Gubernur Aceh sekaligus membawa harapan besar masyarakat Aceh agar pelaksanaan MTQ Nasional mendatang dapat diselenggarakan di Tanah Rencong.

“Alhamdulillah, saya berkesempatan hadir mewakili Bapak Gubernur Aceh yang berhalangan hadir. Kami berharap Aceh dapat kembali dipercaya menjadi tuan rumah MTQ Nasional sebagai bagian dari syiar Islam sekaligus kebanggaan masyarakat Aceh,” ujar Ayah Wa. Kehadirannya dinilai menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya dalam sejarah kepemimpinan Aceh Utara, seorang bupati hadir langsung mewakili gubernur membahas agenda strategis keagamaan di tingkat kementerian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya membawa misi MTQ Nasional, Ayah Wa juga menyampaikan kondisi riil Aceh Utara pascabencana banjir yang masih meninggalkan luka mendalam, khususnya terhadap sarana pendidikan berbasis keagamaan. Data yang disampaikan kepada Menteri Agama menunjukkan kerusakan pada 15 unit Raudhatul Athfal (RA), 13 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 10 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 7 Madrasah Aliyah (MA) yang hingga kini belum sepenuhnya pulih.

Lebih dari itu, fasilitas ibadah dan pembinaan umat juga mengalami dampak serius. Tercatat sebanyak 205 masjid, 213 dayah atau pesantren, 267 meunasah, serta 1.309 balai pengajian mengalami kerusakan akibat banjir. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian aktivitas pendidikan agama dan pembinaan masyarakat belum berjalan normal sebagaimana mestinya.

Ayah Wa menegaskan bahwa pemulihan fasilitas tersebut bukan semata soal bangunan fisik, melainkan bagian dari menjaga keberlangsungan pendidikan Islam dan syiar keagamaan di Aceh Utara. Ia berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Agama dapat memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan masyarakat yang hingga kini masih berjuang bangkit dari dampak bencana.

Dalam pertemuan itu, Ayah Wa juga memperjuangkan masa depan kawasan bersejarah Samudra Pasai, wilayah yang dikenal sebagai pintu masuk pertama penyebaran Islam di Nusantara. Ia mendorong percepatan pengembangan Monumen Islam Samudra Pasai sekaligus mengusulkan pembangunan pesantren di kawasan tersebut agar kembali hidup sebagai pusat pendidikan Islam dan wisata religi dunia.

Menutup agenda di Jakarta, Ayah Wa turut mengundang Menteri Agama RI untuk berkunjung langsung ke Aceh Utara guna melihat kondisi fasilitas pendidikan dan rumah ibadah yang terdampak banjir, sekaligus meninjau potensi besar kawasan sejarah Islam Samudra Pasai. Dalam pertemuan tersebut, Ayah Wa turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd, sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam membangun daerah dengan semangat kolaborasi dan pengabdian untuk rakyat. (*)

Berita Terkait

Stop Narasi Framing Terhadap AHY, Publik Menilai Tuduhan Tersebut Tendensius dan Tidak Berdasar
Target swasembada pangan, Polri & BUMDes Desa Kita Baru tanam 30 ribu jagung pipil Betras 1 Ha metode tumpang sari. Polsek Tapung Hilir kawal panen Agustus 2026.
Yasonna Laoly Dinilai Berprestasi dan Tegas Berantas KKN, LPPI Tolak Framing Negatif
Publik : Ketegasan Menteri Agus Andrianto Nonaktifkan Pejabat Terjerat KPK Patut Diapresiasi
Kebebasan Berkarya Bukan Alasan Mencatut Wajah Tokoh Adat, Copot Izin Film “Pesta Babi
Senior Wartawan PWI Kecewa Kebijakan Humas Kementerian Desa Tolak Tugas Liputan Jurnalis dan Surat Kerjasama Publikasi
Prof. Sutan Nasomal SH MH Penanggungjawab Timpas1 Apresiasi Langkah Rajudin Sagala Anggota DPRD Sumut Bantu Pasien Operasi Caesar Di RS Medan Mengharukan !!!
Himlab Raya Jakarta: Bupati Labusel Layak Diakui sebagai Pemimpin yang Dekat dengan Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:31 WIB

Mewakili Bupati, Sekda OKU Alva Elan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Pasar Baru

Jumat, 12 Juni 2026 - 00:03 WIB

Penuh Haru dan Kekeluargaan, Kanwil Ditjenpas Sumut Lepas Yudi Suseno Menuju Amanah Baru di Jawa Barat

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:17 WIB

Tanpa Jalur Titipan, Seleksi Akpol 2026 di Riau Murni Kemampuan Peserta

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:05 WIB

Konpers Polda Riau Bongkar TPPU Gading Gajah, Sita Rp1,8 Miliar

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:50 WIB

Lahirkan Pemimpin Masa Depan, Pocil Riau Raih Pujian Korlantas Polri

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:51 WIB

Rakyat Dan Insan Pers Kecewa! Pejabat Yang Selama Ini Terlihat Tegas Ternyata Diduga Tak Bersih

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:34 WIB

Samsuri Calon Presiden RI 2029, Idola Rakyat Indonesia

Senin, 8 Juni 2026 - 22:14 WIB

80 Tahun Mengabdi, Polres OKU Tebar Layanan Kesehatan Gratis di Baturaja Barat

Berita Terbaru