Natal dan Keluarga Indonesia: Pesan Persatuan dari GKP Kebon Jati

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Kamis, 25 Desember 2025 - 11:14 WIB

5098 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Natal dan Keluarga Indonesia: Pesan Persatuan dari GKP Kebon Jati

Kota Bandung–Perayaan Natal di Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jalan Kebon Jati, Kota Bandung, Kamis 25 Desember 2025, menjadi momentum refleksi tentang makna keluarga dalam skala yang lebih luas, Indonesia sebagai rumah bersama.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang menautkan perayaan Natal dengan nilai persatuan di tengah keberagaman bangsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengusung tema Natal nasional Allah Datang Menyelamatkan Keluarga, Farhan menilai, pesan Natal tidak berhenti pada lingkup iman, tetapi juga menyentuh kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, Indonesia adalah satu keluarga besar yang di dalamnya terdapat perbedaan keyakinan, pandangan, dan latar belakang.

“Seluruh Indonesia adalah keluarga. Dalam satu keluarga tentu tidak mungkin semuanya sama. Ada perbedaan keyakinan, pendapat, dan keinginan. Justru dari perbedaan itulah kita menjadi bangsa yang besar,” ujar Farhan di hadapan jemaat.

Kehadiran Wali Kota Bandung di dalam kebaktian Natal disambut hangat oleh jemaat. Mereka mengaku bahagia dan merasa dihargai atas perhatian yang diberikan pemerintah kota terhadap kehidupan beragama.

Suasana kebaktian pun berlangsung akrab, penuh rasa saling menghormati, dan mencerminkan nilai toleransi yang hidup di Kota Bandung.

Pada kesempatan itu, Farhan juga berbagi pengalamannya berkeliling ke berbagai negara. Ia menyebut Indonesia sebagai bangsa dengan tingkat keberagaman yang luar biasa, bahkan jarang ditemui di negara lain.

Menurutnya, di banyak tempat perbedaan kecil dapat memicu konflik berkepanjangan, sementara Indonesia mampu merawat perbedaan melalui dialog dan musyawarah.

“Di Indonesia, perbedaan itu dibicarakan. Memang sering menimbulkan rasa sakit karena harus ada pengorbanan, tetapi pengorbanan itu menghasilkan buah yang luar biasa bagi bangsa ini,” katanya.

Farhan kemudian mengingatkan kembali sejarah lahirnya dasar negara, ketika para pendiri bangsa sepakat mengesampingkan perbedaan demi persatuan. Ia menilai pengorbanan tersebut sebagai fondasi kuat yang membuat Indonesia tetap utuh hingga hari ini.

Untuk itu, Farhan mengajak jemaat menjadikan semangat Natal sebagai kekuatan untuk terus merawat persaudaraan, tidak hanya dalam lingkup keluarga kecil, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. (rob)**

 

Berita Terkait

Dugaan Keracunan MBG di Karo, Puluhan Siswa SMK Negeri 1 Merdeka Dirawat
Bulog Karo Gencarkan Pasar Murah, Bantuan Pangan Capai 1.771 Ton
Bulog Karo Gelar Pasar Murah, Beras SPHP Dipastikan Tersedia di Kabanjahe
Nayu Aldila Putri Resmi Pimpin Biro Hukum Pemprov Bengkulu
Kabupaten Karo Disorot, Fraksi Harapan Desak Transparansi Dana Rp2 Miliar
Bantuan Beras untuk Pengungsi Sinabung Disalurkan, Bulog Karo Bagikan Masker
GPM Bulog Karo Digelar, Harga Pangan Murah Bantu Warga Saat Erupsi Sinabung
Bantuan Pangan Beras 2026 Kembali Disalurkan, Ribuan Keluarga di Dairi dan Pakpak Bharat Terima 30 Kg

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:24 WIB

Kapolres Bireuen Ingatkan Seluruh Anggota agar Tidak Terjerumus Narkoba, Judi Online dan Pelanggaran Kode Etik

Berita Terbaru