SATUNEWS.NET – Koperasi Merah Putih terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jaringan dan memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat paling dasar masyarakat.
Melalui kegiatan Sosialisasi dan Pembentukan Koordinator RW, koperasi ini menggandeng masyarakat Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, untuk membangun kemitraan strategis di setiap rukun warga (RW).
Kegiatan ini berlangsung di Café Welgrow Baleendah, yang difasilitasi langsung oleh tokoh masyarakat Tri Rahmanto, sebagai bentuk dukungannya terhadap penguatan ekonomi kerakyatan di wilayah Lamajang dan sekitarnya.
Acara tersebut dihadiri oleh Tri Rahmanto (tokoh masyarakat Lamajang Peuntas), Agis Aprizal (Kasi Pelayanan Desa Citeureup), Hani (Ketua Koperasi Merah Putih), serta puluhan calon koordinator dari tiap RW yang siap menjadi ujung tombak perekrutan dan pembinaan anggota koperasi.
RW Sebagai Garda Terdepan Ekonomi Kerakyatan
Dalam sambutannya, Tri Rahmanto menekankan pentingnya membangun koperasi dari struktur sosial paling dekat dengan warga.
“Dengan menghidupkan koperasi di RW, kita sedang membangun kemandirian warga dari bawah. Ini gerakan kolektif, bukan sekadar program,” ujarnya.
Dukungan dari Pemerintah Daerah dan Pusat
Bupati Bandung, H. M. Dadang Supriatna, menyatakan dukungannya terhadap gerakan koperasi yang menyentuh langsung masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung penuh gerakan Koperasi Merah Putih sebagai wujud ekonomi gotong royong dari warga untuk warga,” ujar Bupati dalam pernyataan resminya.
Presiden RI Prabowo Subianto juga menilai koperasi sebagai instrumen penting dalam visi besar ekonomi kerakyatan nasional.
“Koperasi Merah Putih menunjukkan bagaimana rakyat dapat berdikari; negara hadir mendukung, tapi kebangkitan ekonomi harus digerakkan oleh masyarakat sendiri,” tegas Presiden dalam forum nasional beberapa waktu lalu.
Langkah Menuju Koperasi Modern
Ketua Koperasi Merah Putih, Hani, menjelaskan bahwa pelibatan koordinator RW merupakan strategi agar koperasi lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan warga. Melalui sistem digital dan kolaborasi sosial, koperasi ini menargetkan pembentukan basis anggota yang kuat dan partisipatif di setiap wilayah.
Sosialisasi ini diharapkan menjadi tonggak awal menuju penguatan ekonomi lokal yang transparan, inklusif, dan berkelanjutan.***











































