SATUNEWS.NET– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terus mempercepat upaya penanganan banjir di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot, melalui pembangunan infrastruktur pengendali banjir yang masuk dalam program 100 hari kerja Bupati Bandung.

Fokus utama diarahkan pada percepatan pembangunan Tembok Penahan Tebing (TPT), normalisasi saluran air, dan kirmir di beberapa titik rawan banjir.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), pembangunan akan segera dilakukan di dua lokasi utama: kawasan Babakan Leuwi Bandung RW 01, 02, 03, dan 14, serta di Jalan Raya Sukabirus RW 13.
Di Babakan Leuwi Bandung, TPT direncanakan memiliki panjang sekitar 60 meter, sementara di Sukabirus panjang konstruksi mencapai 200 meter. Kegiatan ini juga mencakup normalisasi saluran air dan pembangunan kirmir untuk memperkuat tebing dan memperlancar aliran air.

Bupati Bandung, Dr. H.M. Dadang Supriatna, menyebut percepatan pembangunan ini sebagai respons terhadap kondisi darurat banjir yang kerap menghantui warga Dayeuhkolot.
“Saya sudah instruksikan agar pembangunan di titik-titik rawan ini dipercepat. Kita harus hadir lebih dulu sebelum banjir datang, bukan setelahnya. Ini bagian dari program 100 hari kerja dan harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Bupati.
Kepala DPUTR Kabupaten Bandung, H. Zeis Zultaqawa, menambahkan bahwa tim teknis sudah turun ke lapangan untuk melakukan survei dan pengumpulan data teknis di kedua lokasi tersebut.
“Kami sedang memfinalisasi hasil survei teknis. Setelah itu, pembangunan akan langsung dimulai. Targetnya, pekerjaan ini tuntas tepat waktu dan memberi dampak signifikan dalam mengurangi potensi banjir,” jelasnya.
Tokoh masyarakat Lamajang Peuntas, Tri Rahmanto, menyampaikan apresiasi atas keseriusan pemerintah daerah dalam mendengarkan aspirasi warga.
“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat ini. Sudah terlalu lama masyarakat menunggu perhatian serius. Sekarang, pembangunan akan segera dilakukan di titik-titik paling rawan,” ujarnya Selasa (3/6/2025).
Warga setempat pun menyambut baik rencana percepatan tersebut. Seorang warga RW 13 Sukabirus menyatakan bahwa proyek ini telah lama dinantikan.
“Selama ini kami harus waspada tiap kali hujan turun deras. Tapi dengan pembangunan TPT dan normalisasi ini, kami punya harapan bisa hidup lebih aman,” katanya.
Pembangunan ini merupakan bagian dari 166 program prioritas dalam 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Bandung. Berdasarkan hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), lebih dari 88 persen warga Kabupaten Bandung menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah daerah dalam masa awal kepemimpinan ini.
Dengan percepatan pembangunan di Babakan Leuwi dan Jalan Sukabirus, diharapkan risiko banjir dapat ditekan secara signifikan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang selama ini terdampak bencana musiman.***











































