SATUNEWS.NET— Banjir yang melanda wilayah Dayeuhkolot dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir membawa dampak besar bagi masyarakat, terutama di daerah Sukabirus Desa Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. Salah satu sektor yang terdampak cukup parah adalah dunia pendidikan.
Beberapa sekolah dasar, seperti SD-12, SD-8, dan SD-9, ikut tergenang air, menyebabkan kegiatan belajar mengajar terhenti sementara. Dayeuhkolot, Selasa 11/03/2025.
Meskipun banjir telah surut, dampak yang ditinggalkan masih terasa. Tumpukan sampah, lumpur, dan genangan kotoran membuat lingkungan sekolah tidak layak untuk digunakan. Kondisi ini menimbulkan tantangan bagi para guru dan siswa yang ingin kembali menjalankan aktivitas belajar mengajar secara normal.
Kebersamaan dalam Aksi Kemanusiaan
Di tengah situasi yang sulit, semangat kebersamaan masyarakat tetap menyala. Sejumlah relawan dengan cepat bergerak untuk membantu membersihkan sekolah-sekolah yang terdampak.
Anggota Prima Desa Citeureup, bersama ibu-ibu dari Rampak Sekar BRINGKA, yang dipelopori oleh tokoh masyarakat Lamajang Peuntas, Tri Rahmanto, turun tangan dalam aksi gotong royong.
Dengan penuh semangat, para relawan membantu para guru dalam membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, serta fasilitas lainnya yang tertutup lumpur. Mereka menyapu, mengepel, mengangkat sampah, hingga membersihkan perabotan sekolah yang terendam air. Semua dilakukan dengan tujuan agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali berjalan dengan normal dan anak-anak dapat belajar dalam lingkungan yang bersih dan nyaman.
Semangat Gotong Royong yang Menginspirasi
Aksi kemanusiaan ini bukan hanya sekadar upaya membersihkan sekolah, tetapi juga mencerminkan nilai gotong royong yang masih kuat dalam masyarakat. Kehadiran para relawan menjadi bukti nyata bahwa solidaritas sosial mampu mengatasi berbagai tantangan, termasuk dampak bencana.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk selalu peduli terhadap lingkungan sekitar. Bencana memang bisa datang kapan saja, tetapi dengan kebersamaan dan kepedulian, dampaknya bisa diminimalkan dan pemulihan bisa berjalan lebih cepat.
Semoga semangat gotong royong ini terus tumbuh dan menjadi budaya yang diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan kerja sama dan kepedulian, setiap tantangan dapat dihadapi bersama demi masa depan yang lebih baik.***











































