18 April 1955: Saat 29 Negara Jalan Kaki di Bandung dan Ubah Peta Politik Global

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Sabtu, 18 April 2026 - 16:38 WIB

5039 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

18 April 1955: Saat 29 Negara Jalan Kaki di Bandung dan Ubah Peta Politik Global

BANDUNG – Tepat 71 tahun lalu, 18 April 1955, mata dunia tertuju ke Bandung. Kota Kembang jadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika (KAA) yang digelar 18–24 April 1955 di Gedung Merdeka. Momen itu bukan sekadar seremoni. KAA 1955 jadi titik balik bangsa-bangsa terjajah bersuara di panggung global.

Dunia Terbelah, Bandung Menyatukan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasca Perang Dunia II 1945, dunia belum damai. Asia-Afrika masih banyak dijajah. Yang merdeka pun pusing konflik internal dan sengketa wilayah. Di atas itu, Perang Dingin pecah: Blok Barat Amerika Serikat vs Blok Timur Uni Soviet. Lomba senjata nuklir bikin dunia tegang.

Di tengah chaos itu, ide persatuan lahir di Kolombo 1954. Perdana Menteri RI Ali Sastroamidjojo usul forum Asia-Afrika. Presiden Soekarno dorong habis. Hasilnya: kesepakatan Bogor menetapkan Indonesia tuan rumah, Bandung jadi lokasi.

Bandung Berbenah, Dunia Datang

Sebanyak 29 negara diundang. Gedung Merdeka disulap jadi arena sidang. Hotel Homann dan Hotel Preanger siap tampung delegasi. Jalan Asia Afrika dibenahi. Bandung siap menyambut sejarah.

Pagi 18 April 1955, Jalan Asia Afrika penuh. Warga tumpah ruah. Para delegasi jalan kaki ke Gedung Merdeka. Momen itu dikenang sebagai “Langkah Bersejarah”. Dunia menyaksikan: negara terjajah bisa kompak.

Pidato Soekarno yang Mengguncang

KAA dibuka Presiden Soekarno. Pidatonya legendaris: “Let a New Asia and a New Africa be Born”. Bung Karno bilang, beda latar belakang nggak masalah. Yang nyatuin: pahitnya dijajah dan mimpi damai. Pidato itu jadi simbol kebangkitan Asia-Afrika.

Seminggu konferensi bahas ekonomi, budaya, politik, keamanan. Debat panas di Komite Politik? Ada. Tapi beres lewat musyawarah. Toleransi jadi kunci.

Lahirnya Dasasila Bandung, Cikal Bakal Non-Blok

24 April 1955, KAA ditutup. Hasilnya: Dasasila Bandung. Isinya 10 prinsip: hormati HAM, kedaulatan, setara, selesaikan konflik damai tanpa kekerasan.

Dasasila ini nggak kaleng-kaleng. Jadi pondasi Gerakan Non-Blok. Bukti negara berkembang bisa ngatur arah politik dunia tanpa harus ikut AS atau Soviet.

Warisan KAA Masih Hidup di Bandung

71 tahun berlalu, warisan KAA nempel kuat di Bandung. Jalan Asia Afrika dan Gedung Merdeka jadi _landmark_ sejarah global. Bukan cuma nostalgia, tapi pengingat: persatuan dan dialog bisa redam konflik.

KAA 1955 bukti Bandung pernah, dan masih bisa, jadi pusat diplomasi dunia.

(Red) **

Berita Terkait

PPP AD Kabupaten Karo Resmi Punya Nahkoda Baru, Esra Barus Pimpin Periode 2026-2031
Desak Usut Tuntas Dugaan Fasilitasi Konferensi Pers Hotman Paris di Kejagung: Tidak Lazim Kuasa Hukum Tersangka Korupsi Diberi Panggung Khusus
Rapat Paripurna DPRD OKU: Dadang Wijaya Dilantik Isi Kekosongan Kursi Legislatif
Pernyataan Hotman Sebut Kapolri Harus Izin Presiden untuk Tetapkan Tersangka, DPP LPPI : Sangat Menyesatkan
USUNG SEKOLAH AMAN, NYAMAN, DAN RAMAH INKLUSIF
Ribuan Warga Padati Festival Asia Afrika, Bandung Semakin Mendunia
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jabar: Silat Bentuk Karakter, Negara Siapkan Dana Rp300 Juta
Kinerja Menteri Imipas Agus Andrianto Membawa Perubahan Besar, Lapas Kini Lebih Produktif dan Mandiri

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:01 WIB

Dukung Kenaikan Gaji TNI: Prajurit Sejahtera, Pertahanan Negara Semakin Kuat

Kamis, 16 Juli 2026 - 02:37 WIB

Eric Vr: “Menolong Publik di Era Digital Adalah Menyajikan Kebenaran, Bukan Sensasi Clickbait

Senin, 13 Juli 2026 - 16:01 WIB

GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Komitmen Presiden Prabowo Wujudkan Indonesia Bebas Korupsi

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:25 WIB

Presiden GANTARA Sandi Febri Wijaya Sampaikan Ucapan Menyentuh di Hari Koperasi Nasional ke-79: “Koperasi Adalah Rumah Gotong Royong Melawan Pengangguran”

Minggu, 12 Juli 2026 - 00:19 WIB

Profesor Sutan Nasomal Yakini Presiden Prabowo Subianto Mendukung Pemekaran Daerah Secepatnya Masyarakat Menunggu Dengan Sangat !!

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:53 WIB

Bursa Capres 2029 : Prabowo, Samsuri, S.Pd.I, M.A dan Anies, 3 Nama Calon Kuat untuk Pilpres 2029

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:29 WIB

PW GP Al Washliyah DKI Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Polri Ungkap Dugaan Korupsi Batu Bara, Jangan Ada Intervemsi

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:01 WIB

Rumah Moderasi Sampaikan Dukungan Ke Polri, Ingatkan Potensi Ancaman Radikal Bagi Anak Bangsa Melalui Ruang Digital

Berita Terbaru