Penataan Kabel Bawah Tanah di Buahbatu, dari Bandung Langkah Awal Menuju Tata Jaringan Nasional Terpadu

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Jumat, 31 Oktober 2025 - 15:08 WIB

50152 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penataan Kabel Bawah Tanah di Buahbatu, dari Bandung Langkah Awal Menuju Tata Jaringan Nasional Terpadu

Satunews. Net

Kota Bandung // Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) memulai langkah besar menuju penataan infrastruktur digital nasional dengan menggelar seremoni pemotongan kabel udara di kawasan Jalan Buahbatu, Kota Bandung. Lokasi ini sebagai simbol dimulainya proses normalisasi dan penataan kabel bawah tanah (ducting) di 11 ruas jalan utama Kota Bandung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum Apjatel Pusat, Jerry Siregar, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung atas dukungan penuh terhadap upaya penataan kabel yang dinilai strategis untuk meningkatkan estetika kota dan memperkuat konektivitas nasional.

Jerry mengungkapkan, Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang berhasil menata kabel jaringan dengan baik.

Ia menyebut langkah yang dilakukan Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mendorong seluruh jaringan kabel udara ditata rapi dan diturunkan ke bawah tanah.

“Kita menyambut baik kolaborasi yang mulai tertata, sesuai dengan arahan Pak Gubernur Jawa Barat agar kabel udara ditata bahkan diturunkan menjadi kabel bawah tanah. Ini adalah agenda penting yang juga menjadi keputusan Rapat Kerja Nasional Apajel 2025,” ujar Jerry di Buahbatu, Kota Bandung, Jumat, 31 Oktober 2025.

Menurutnya, hasil Rakernas tersebut telah merumuskan program nasional penurunan kabel optik, yang akan dimulai di 40 kabupaten/kota sebagai proyek percontohan, masing-masing sepanjang 50 kilometer per daerah.

Target nasional pada tahun 2026 mencapai 2.000 kilometer jaringan kabel bawah tanah di berbagai ibu kota provinsi di seluruh Indonesia mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi.

Apjatel, lanjut Jerry, juga telah merumuskan dan mendesain standarisasi penataan kabel fiber optik nasional, agar setiap daerah memiliki tata kelola dan sistem instalasi yang seragam.

Standar ini mencakup penggunaan tiang bersama yang mampu menampung hingga 40 kabel, serta sistem kabel bawah tanah (ducting) dengan 20–30 pipa HDPE (High-Density Polyethylene). Sistem ini diklaim lebih aman, tertata, dan efisien secara biaya.

“Kita ingin semua daerah memiliki sistem yang sama, baik untuk tiang bersama maupun kabel bawah tanah. Ini bukan sekadar infrastruktur konvensional, tapi model yang cost-friendly dan berdaya guna tinggi,” jelasnya.

Saat ini, Apjatel telah menaungi lebih dari 130 perusahaan penyedia jaringan fiber optik di seluruh Indonesia, yang menjadi bagian dari ekosistem transformasi digital nasional.

“Kita sedang berproses dengan Kementerian Kesehatan untuk mengintegrasikan seluruh Puskesmas secara nasional. Ini bagian dari proyek strategis digitalisasi layanan publik,” ungkapnya.

Bandung menjadi salah satu kota yang pertama menjalankan proyek ini. Di kawasan Jalan Buahbatu, penataan dilakukan sepanjang 3,4 kilometer, terdiri dari dua sisi jalan, masing-masing sekitar 1,7 kilometer.

Terdapat 18 operator yang memiliki jaringan kabel di ruas tersebut, dan seluruhnya telah dikonsolidasikan dalam rencana penataan terpadu.

Jerry menegaskan, dirinya bertanggung jawab secara nasional untuk memastikan penataan jaringan fiber optik berjalan sesuai standar dan tidak menimbulkan gangguan layanan.

“Di Buahbatu ini ada 18 operator. Semua sudah terkonsolidasi. Saya bertanggung jawab penuh secara nasional agar penataan berjalan baik. Mohon teman-teman jurnalis memberitakan secara objektif, karena isu infrastruktur digital sering disalahpahami,” tegasnya.

Langkah ini sejalan dengan program Pemkot Bandung untuk memperindah tata kota, mengurangi risiko korsleting kabel udara, serta memperkuat sistem konektivitas digital di wilayah perkotaan. (ziz)*

Berita Terkait

Dugaan Keracunan MBG di Karo, Puluhan Siswa SMK Negeri 1 Merdeka Dirawat
Bulog Karo Gencarkan Pasar Murah, Bantuan Pangan Capai 1.771 Ton
Bulog Karo Gelar Pasar Murah, Beras SPHP Dipastikan Tersedia di Kabanjahe
Nayu Aldila Putri Resmi Pimpin Biro Hukum Pemprov Bengkulu
Kabupaten Karo Disorot, Fraksi Harapan Desak Transparansi Dana Rp2 Miliar
Bantuan Beras untuk Pengungsi Sinabung Disalurkan, Bulog Karo Bagikan Masker
GPM Bulog Karo Digelar, Harga Pangan Murah Bantu Warga Saat Erupsi Sinabung
Bantuan Pangan Beras 2026 Kembali Disalurkan, Ribuan Keluarga di Dairi dan Pakpak Bharat Terima 30 Kg

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 18:01 WIB

Dugaan Keracunan MBG di Karo, Puluhan Siswa SMK Negeri 1 Merdeka Dirawat

Senin, 14 September 2026 - 17:18 WIB

Bulog Karo Gencarkan Pasar Murah, Bantuan Pangan Capai 1.771 Ton

Jumat, 11 September 2026 - 21:36 WIB

Rekanan Mitra PT. Agrinas Palma Nusantara Berikan Penjelasan Regulasi SOP Pelaksana Agar Masyarakat Paham dan Tidak Diadu Domba

Jumat, 11 September 2026 - 00:02 WIB

BBC: Pemkot Bandung Jangan Ganggu Car Free Day (CFD) Buah Batu! Begini jelanya!

Kamis, 10 September 2026 - 16:42 WIB

Ketua DPD KESTI TTKKDH SALEH PURNAWAN, Purnawa Hadiri Latihan Rutin Padepokkan Macan Kumbang Kedondong

Kamis, 10 September 2026 - 02:07 WIB

Motor Dilarang Masuk Sekolah, Parkir Malah Menjamur di Rumah Warga: KCD XII Jangan Tutup Mata!

Sabtu, 5 September 2026 - 13:17 WIB

Implementasi Asta Cita, PERMAHI Jambi Bahas Tantangan Koperasi Merah Putih

Sabtu, 5 September 2026 - 12:16 WIB

Bulog Karo Gelar Pasar Murah, Beras SPHP Dipastikan Tersedia di Kabanjahe

Berita Terbaru