kabupaten Bandung – satunews.net
Dunia layanan kesehatan di Jawa Barat memasuki era baru dengan diresmikannya transformasi Rumah Sakit Unggul Karsa Medika menjadi Rumah Sakit Maranatha. Momen bersejarah ini ditandai dengan peresmian dua gedung baru, Gedung F dan G, yang menghadirkan layanan VIP, fasilitas kesehatan berteknologi tinggi, dan pendekatan pelayanan yang lebih humanis dan profesional.
Acara peresmian berlangsung meriah di lokasi rumah sakit, Jl. Taman Kopo Indah 111 Blok H No.1, Margaasih, Kabupaten Bandung, dan turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, serta berbagai tokoh penting dari unsur pemerintah, akademisi, dan praktisi kesehatan nasional.
Kami sangat bangga dengan transformasi ini. Perubahan nama ini bukan hanya simbolik, tetapi menjadi tonggak penting dalam membangun sistem layanan kesehatan berbasis pendidikan dan teknologi, ujar dr. Ferdinan Sutejo, MMR, Direktur Utama Rumah Sakit Maranatha.
Menurut dr. Ferdinan, perubahan ini merupakan bagian dari strategi menjawab tantangan sistem kesehatan nasional yang semakin kompleks. Rumah Sakit Maranatha kini hadir dengan semangat baru “Melayani Sepenuh Hati”, melalui pelayanan yang mengedepankan nilai Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun.
Sebagai Rumah Sakit Pendidikan Satelit, RS Maranatha juga mendukung praktik klinik dan integrasi riset akademik bagi mahasiswa, terutama dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha. Sejak tahun 2022, lebih dari 3.500 mahasiswa telah menjalani praktik klinis di rumah sakit ini.
Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat ekosistem layanan kesehatan yang inklusif, digital, dan berorientasi pada masa depan, tambah dr. Ferdinan.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha (YPTKM), Orias Petrus Moedak, menyampaikan bahwa sinergi antara sektor pendidikan dan kesehatan adalah kunci untuk mendorong layanan kesehatan nasional yang lebih baik.
Transformasi RS Maranatha adalah manifestasi nyata dari sinergi antara dunia pendidikan dan layanan kesehatan. Kolaborasi antara pemerintah, BPJS, dan institusi pendidikan harus terus diperkuat, tegas Orias.
Kini, dengan penambahan dua gedung baru, Rumah Sakit Maranatha memiliki total luas layanan 7.480 meter persegi, dilengkapi dengan ICU, ruang hemodialisa, 49 kamar VIP, ruang isolasi, serta 13 poliklinik spesialis. Seluruh layanan telah terintegrasi dengan sistem informasi digital modern, rekam medis elektronik, dan siap memberikan layanan telemedicine.
Transformasi ini menegaskan komitmen RS Maranatha dalam memberikan pelayanan kesehatan yang unggul dalam mutu, berbasis teknologi, terintegrasi dengan pendidikan, dan berorientasi pada riset. Rumah Sakit Maranatha kini siap melayani masyarakat dengan profesionalisme tinggi, mengedepankan kualitas dan nilai kemanusiaan dalam setiap langkahnya.
Nurdiani











































