SATUNEWS.NET— BINUS University kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan sektor informal melalui transformasi digital. Melalui program Pekan Belajar Bersama BINUS 2025, BINUS bekerja sama dengan Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Pertanian (PPSHP) Provinsi DKI Jakarta dan komunitas pedagang Pasar Bunga Rawa Belong untuk memperkuat ekosistem digital pasar tradisional. Jakarta, 6 Juni 2025
Program ini merupakan bagian dari pengembangan RAWA Belong Online (RABELO), platform digital yang dirancang untuk memodernisasi sistem transaksi dan manajemen usaha di pasar bunga terbesar di Jakarta tersebut.

Selama tiga hari, pada 3–5 Juni 2025, lebih dari 50 pedagang dilatih secara intensif dengan dukungan 14 narasumber dari BINUS Business School (BBS) dan tiga mahasiswa sebagai pendamping lapangan. Program ini tidak hanya menjadi ruang pelatihan teknologi, tetapi juga wadah pertukaran ilmu lintas generasi, sektor, dan jenjang pendidikan.
Kolaborasi Triple Helix dan Multi-Jenjang Akademik
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi triple helix antara perguruan tinggi, pemerintah, dan komunitas lokal yang telah berlangsung sejak 2023. Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta serta PPSHP menjadi mitra aktif dalam pengembangan program.
Pelatihan diberikan oleh akademisi dari berbagai jenjang: sarjana program internasional (BBS IUP), program magister (BBS MP), hingga doktoral (BBS DRM). Masing-masing menyumbang perspektif dan keahlian berbeda:
Program sarjana fokus pada pembuatan konten dan dukungan teknis,
Program magister menyampaikan strategi pemasaran dan keuangan digital,
Program doktoral menyumbangkan kajian kebijakan dan keberlanjutan bisnis
Kurikulum Bertahap dan Aplikatif
Materi pelatihan dirancang bertahap, dimulai dari:
Literasi digital dan pengenalan e-commerce,
Teknik konten berbasis AI dan analisis tren pasar,
Hingga manajemen stok dan perhitungan harga jual.
Seluruh kegiatan berlangsung di lantai dua Kantor Pengelola Pasar Bunga Rawa Belong, terbuka bagi semua pedagang dengan format interaktif dan praktis. Peserta didorong untuk aktif mengelola platform RABELO, bukan sekadar menjadi pengguna teknologi.
Capaian Nyata: Digitalisasi yang Tumbuh dari Komunitas
Kegiatan ini memberikan sejumlah dampak konkret, di antaranya:
1. Dampak Langsung
Peningkatan signifikan dalam literasi digital, terutama di kalangan pedagang berusia 40 tahun ke atas.
Kemampuan membuat deskripsi produk dan konten visual meningkat tajam.
2. Dampak Struktural
Terbentuknya Tim Konten Komunitas RABELO yang dikelola secara bergilir oleh para pedagang.
Tersusunnya kalender promosi bersama seperti Minggu Mawar dan Festival Anggrek, sekaligus tumbuhnya kesadaran branding pasar.
3. Dampak Kebijakan dan Akademik
Hasil pelatihan menjadi masukan konkret bagi Pemprov DKI Jakarta dalam menyusun kebijakan digitalisasi pasar tradisional di RPJMD.
Menjadi referensi riset akademik untuk pengembangan model e-commerce community-based franchise oleh BINUS.
Inisiatif Lanjutan dan Jejaring Sosial
Selain aspek pelatihan, program ini juga menumbuhkan semangat kolaborasi antarpedagang. Beberapa peserta bahkan menggagas pembentukan koperasi digital komunitas sebagai wadah kolektif untuk promosi, logistik, hingga distribusi produk.
“Transformasi digital bukan sekadar aplikasi dan koneksi internet. Ini adalah perubahan sosial yang harus dimulai dari komunitas,” ungkap Dr. Ina Agustini Murwani, narasumber dari BINUS Business School.
Kesimpulan: Pasar Tradisional Siap Hadapi Era Digital
Pekan Belajar Bersama BINUS 2025 menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat mampu menghasilkan dampak transformasional. Lebih dari sekadar pelatihan, program ini adalah bagian dari gerakan sosial yang menempatkan pasar tradisional sebagai pemain utama dalam ekosistem ekonomi digital.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan platform RABELO, silakan kunjungi situs resmi BINUS University atau hubungi tim pengelola RABELO di Pasar Bunga Rawa Belong.***











































