SATUNEWS.NET– Setelah mendampingi Bupati Bandung, Dr. HM Dadang Supriatna, dalam peninjauan tanggul jebol yang mengakibatkan kerusakan rumah di Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, tokoh masyarakat Lamajang Pentas, Tri Rahmanto, menunjukkan kepeduliannya dengan membantu seorang warga yang telah lama menderita stroke tanpa perawatan yang memadai.

Dalam upayanya, Tri Rahmanto bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas untuk mengevakuasi warga yang sakit tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya telah beberapa kali mencoba berkoordinasi dengan pemerintah desa, namun respons yang diberikan kurang memuaskan. Baru setelah menghubungi Dinas Sosial Kabupaten Bandung, bantuan cepat diberikan.
“Saya sudah beberapa kali berkoordinasi dengan pemerintah setempat, tetapi responsnya lambat. Namun setelah saya menghubungi Dinas Sosial, alhamdulillah mereka merespons dengan cepat dan segera menindaklanjuti kondisi warga yang sakit ini,” ujar Tri Rahmanto saat ditemui di kediamannya di Lamajang Pentas RW 16. Minggu (02/03/2025).
Kesulitan AksesAmbulans,Bantuan Datang dari Desa Tetangga
Saat proses evakuasi, Tri sempat mengalami kendala dalam mendapatkan kendaraan untuk mengantar warga tersebut ke fasilitas kesehatan. Ambulans Desa Citeureup tidak bisa digunakan dengan alasan rusak, sehingga ia harus mencari alternatif lain.
“Saya sempat mencoba meminjam mobil ambulans ke desa kami, Citeureup, tetapi salah satu perangkat desa menyatakan bahwa kendaraan tersebut dalam kondisi rusak. Namun, ketika saya meminta bantuan dari Desa Sukapura, alhamdulillah mereka langsung mengizinkan penggunaan ambulans untuk membantu warga ini,” jelasnya.

Berkat koordinasi tersebut, warga yang sakit akhirnya berhasil dibawa ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Layanan Keterlantaran dan Disabilitas di Baleendah untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Warga yang Dibantu: Bapak Dana (54 Tahun)
Warga yang membutuhkan pertolongan tersebut adalah Bapak Dana (54 tahun), warga Kampung Lamajang Pentas RT 04 RW 16, Dusun Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Menurut Tri, kondisi Bapak Dana sangat memprihatinkan karena sudah lama sakit tanpa ada yang benar-benar menangani.
“Saya benar-benar tersentuh melihat kondisi beliau. Sudah lama sakit, tetapi tidak ada yang menangani dengan serius. Saya merasa ini adalah tanggung jawab bersama, dan saya tidak bisa tinggal diam melihat seseorang dibiarkan dalam kondisi seperti itu,” ungkapnya dengan haru.
Tri juga memastikan bahwa pihak keluarga Bapak Dana telah memberikan izin agar beliau mendapatkan perawatan di UPTD Baleendah, dengan harapan kondisinya bisa membaik.
“Saya sudah berbicara dengan keluarganya, dan mereka setuju agar beliau dirawat di UPTD. Ini adalah langkah terbaik untuk memastikan beliau mendapatkan perhatian yang layak,” tambahnya.
Harapan agar Pemerintah Lebih Responsif
Tri Rahmanto berharap setelah mendapatkan penanganan dari Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Bapak Dana bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik dan ada pihak yang bertanggung jawab untuk mengurusnya secara berkelanjutan.
“Saya sangat mengapresiasi langkah cepat Dinas Sosial, tetapi saya juga berharap pemerintah desa lebih responsif dalam menangani kasus seperti ini. Warga yang membutuhkan bantuan seharusnya tidak dibiarkan terlalu lama tanpa perhatian,” pungkasnya.
Upaya yang dilakukan Tri Rahmanto ini menjadi contoh nyata bahwa kepedulian sosial dan koordinasi yang baik dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan. Semoga langkah ini bisa menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta dalam membantu sesama.***











































