Ledakan KMP Aceh Hebat 2, Suryadi Djamil Desak Usut Tuntas dan Pertanyakan Spesifikasi Kapal

SATU NEWS

- Redaksi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 04:53 WIB

5029 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Insiden ledakan di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 yang melukai 15 orang di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, menuai kritik keras dari berbagai pihak. Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil, mengecam keras kejadian tersebut dan mendesak otoritas terkait untuk membongkar secara transparan penyebab di balik petaka yang menimpa belasan taruna praktik tersebut.
Suryadi Djamil mengawali pernyataannya dengan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada para korban, khususnya para taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati dan Kepala Kamar Mesin (KKM) yang kini harus menjalani perawatan intensif akibat luka bakar di RSUD dr. Zainoel Abidin.

“Pertama-tama, saya menyampaikan rasa duka dan keprihatinan yang sangat mendalam atas musibah yang menimpa anak-anak kita, para taruna yang sedang menimba ilmu di sana. Kejadian ini adalah tamparan keras bagi dunia pelayaran kita,” ujar Suryadi kepada awak media, Jumat malam (12/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, di samping rasa duka, Suryadi secara tegas mendesak pihak kepolisian, khususnya Polda Aceh, Kejaksaan, KPK dan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi), untuk mengusut tuntas kasus ledakan ini secara transparan dan tanpa ada yang ditutup-tutupi. Ia menilai, letupan di ruang *Auxiliary Engine* bukan sekadar kecelakaan kerja biasa, melainkan indikasi adanya persoalan sistemik.

“Kami mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini dari hulu ke hilir. Khususnya untuk melanjutkan Investigasi yang Masih Menggantung, Harus dicari tahu apa penyebab mendasar dari ledakan ini, agar ada pertanggungjawaban hukum yang jelas dan kejadian serupa tidak pernah terulang kembali di masa depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Suryadi melontarkan kritik menohok terkait sejarah pengadaan kapal feri tersebut. Ia memunculkan kembali kecurigaan lama publik mengenai kelayakan material KMP Aceh Hebat 2 sejak awal dibeli oleh Pemerintah Aceh.

“Sejak awal kehadirannya, proyek kapal ini sudah memicu polemik. Dengan adanya ledakan ini, wajar jika masyarakat kembali menduga-duga, apakah pembelian KMP Aceh Hebat 2 itu sebenarnya adalah kapal bekas yang hanya dicat ulang agar terlihat mentereng?” cecar Suryadi.
Ia mempertanyakan kepastian spesifikasi teknis kapal yang melayani rute Banda Aceh–Sabang tersebut. Suryadi menilai otoritas harus berani membuka dokumen pengadaan untuk memastikan status sesungguhnya dari komponen vital kapal.

“Publik berhak tahu, ini sebenarnya kapal baru yang utuh, atau justru kapal baru dengan mesin lama? Logikanya, kapal yang relatif belum terlalu tua tidak seharusnya mengalami kegagalan sistem hidrolik fatal hingga meledak seperti itu, kecuali ada masalah pada usia komponen mesinnya,” tambahnya.

Suryadi juga menyoroti manajemen operasional dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku pengelola. Menurutnya, insiden mengerikan ini menjadi bukti nyata atas rendahnya standar perawatan (*maintenance*), lemahnya pengawasan berkala, serta kelalaian dalam penerapan *Standard Operating Procedure* (SOP) keamanan di atas kapal.
“Kamar mesin adalah jantungnya kapal. Jika sistem hidrolik pintu kedap saja bisa meledak saat dioperasikan, ini menandakan fungsi kontrol dan perawatan rutin tidak berjalan maksimal. Nyawa manusia, apalagi para taruna muda yang merupakan aset bangsa, dipertaruhkan di sini akibat kelalaian manajemen keselamatan,” pungjawabnya.
Ia berharap investigasi yang sedang berjalan tidak berhenti pada kesimpulan “kecelakaan teknis semata”, melainkan menjadi momentum evaluasi total terhadap seluruh armada pelayaran publik di Aceh demi menjamin keselamatan warga ke depan. []

Berita Terkait

Korban Letupan Hidrolik di Ruang Mesin Kmp Aceh Hebat 2 Telah Tertangani, Pelayaran Ulee Lheue-Balohan Tetap Berjalan Normal
Investor Patuh Harus Dilindungi, Investor Tidak Patuh Regulasi Wajib Ditertibkan
Bunda Illiza, Tunjukkan Mental Harimaumu untuk Penegakan Syariat Islam di Banda Aceh
Ketua DPW IWO Indonesia Aceh Tegaskan Tidak Ada Dualisme Kepengurusan DPD Aceh Timur
Suryadi Djamil Soroti Film “Pesta Babi”, Ingatkan Publik Tak Terjebak Penyederhanaan Narasi Papua
Suryadi Djamil Apresiasi Pencabutan Pergub JKA, Desak Evaluasi Pejabat Terkait
Michael Octaviano vs Chaidir: Adu Rekam Jejak, Birokrasi atau Gerakan Sosial yang Dibutuhkan Dinsos Aceh?
Suryadi Djamil: Layanan JKA Tetap Berjalan, Validasi Data Penting demi Efisiensi Anggaran

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:26 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Kapolda Aceh kepada Warga Desa Mendabe

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:36 WIB

Sentuhan Kasih untuk Sesama, Bantuan Kapolda Aceh Tiba di Tangan Warga yang Membutuhkan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:15 WIB

Workshop Medikolegal di Aula Dinkes Aceh Tenggara Bahas Visum, Sengketa Medis, dan Pencegahan Malpraktik

Kamis, 4 Juni 2026 - 02:10 WIB

PJ Pengulu Kute Buluh Sebut Pelapor Lebih Sibuk Menggiring Opini Ketimbang Membuktikan Tuduhan

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:45 WIB

Tiga Pria Diamankan Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara, Sabu dan Alat Hisap Disita

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:39 WIB

Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara dan Bhayangkari Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kute Bakhti

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:17 WIB

Qurban Presisi Polres Aceh Tenggara, Wujud Kepedulian dan Kebersamaan di Hari Raya Idul Adha 1447H

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:05 WIB

Digerebek Saat Simpan Sabu, Pria Berinisial R Diamankan Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara

Berita Terbaru