KAB. PASAMAN BARAT, || Hasmaldi resmi dikukuhkan sebagai Datuak Suku Malayu Rambai Manih dalam prosesi Alek Peresmian Gelar Datuak yang berlangsung khidmat di Rumah Induk Kaum Dt. Jalelo Rambai Manih, Nagari Sariak, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Rabu (15/7/2026).
Prosesi adat tersebut menjadi momentum penting dalam keberlangsungan kepemimpinan adat Suku Malayu Rambai Manih. Selain menandai estafet kepemimpinan kaum, pengukuhan itu juga diharapkan mampu memperkuat persatuan anak, cucu, dan kamanakan serta menjaga kelestarian nilai-nilai adat Minangkabau di tengah perkembangan zaman.
Alek adat dihadiri para Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, tokoh masyarakat, serta anak, cucu, dan kamanakan Suku Malayu Rambai Manih yang datang dari berbagai daerah untuk menjadi saksi pengukuhan pemimpin adat baru.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan dari Hasmaldi Dt. Jalelo Rambai Manih, sambutan perwakilan Mamak Kaum Suku Malayu Rambai Manih, penampilan kesenian tradisional Minangkabau Tambua Tasa, hingga ditutup dengan doa bersama dan syukuran.
Dalam pidato perdananya setelah resmi menyandang gelar Datuak, Hasmaldi menegaskan bahwa jabatan yang diterimanya bukanlah simbol kehormatan semata, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Hari ini bukanlah hari ketika saya menerima kemuliaan. Hari ini adalah hari ketika kaum memberikan amanah yang sangat besar kepada saya. Gelar Datuak bukanlah kebesaran yang harus dibanggakan, melainkan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT, di hadapan adat, dan di hadapan seluruh anak, cucu, serta kamanakan,” ujarnya.
Menurut Hasmaldi, seorang Datuak harus mampu menjadi pemersatu kaum dengan mengedepankan musyawarah, bersikap adil, terbuka menerima masukan, serta mengayomi seluruh anak kamanakan tanpa membedakan latar belakang maupun kepentingan.

Ia juga menegaskan bahwa Rumah Gadang harus tetap menjadi simbol persatuan dan tempat mempererat tali silaturahmi, bukan menjadi ruang yang memunculkan perpecahan di tengah keluarga besar.
Karena itu, ia mengajak seluruh anak, cucu, dan kamanakan Suku Malayu Rambai Manih untuk bersama-sama meninggalkan perbedaan yang berpotensi memecah belah serta memperkuat rasa kebersamaan demi menjaga kehormatan kaum.
Selain itu, Hasmaldi turut mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan akar budaya Minangkabau. Menurutnya, kecintaan terhadap adat harus berjalan seiring dengan semangat menuntut ilmu, menghormati orang tua, dan menjaga warisan budaya yang diwariskan para leluhur.
Sementara itu, perwakilan Mamak Kaum Suku Malayu Rambai Manih dalam sambutannya berharap kepemimpinan Hasmaldi dapat membawa kesejukan, memperkuat persaudaraan, serta menjaga marwah kaum sesuai falsafah Minangkabau “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.”
Pelaksanaan alek adat berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat gotong royong. Seluruh anak, cucu, dan kamanakan terlibat dalam berbagai persiapan hingga pelaksanaan acara sebagai bentuk penghormatan terhadap adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun.
Pengukuhan Hasmaldi sebagai Datuak Suku Malayu Rambai Manih diharapkan menjadi awal kepemimpinan yang mampu memperkuat eksistensi adat di lingkungan kaum sekaligus menjadi teladan dalam menjaga nilai musyawarah, persatuan, kearifan lokal, serta pelestarian budaya Minangkabau di tengah tantangan modernisasi.
(Red*)











































