4 Tips Membangun Keluarga Harmonis Jadi Dambaan Berumah Tangga

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 11:06 WIB

50307 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Oleh: Muhammad Ryan Romadhon (Alumni Ma’had Aly Al-Iman Bulus, Purworejo, Jawa Tengah).

SATUNEWS.NET | Hakikat sebuah pernikahan tidak lain bertujuan untuk mewujudkan kehidupan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Oleh karena itu, Islam hadir dan membuat seperangkat hukum dan etika yang berkaitan dengan pernikahan demi terwujudnya tujuan tersebut.

Sebuah keluarga itu bisa diibaratkan seperti perahu yang tidak jarang diterpa badai, sehingga dapat menyebabkan tenggelam bila juru mudinya tidak punya keahlian dalam menyelamatkannya. Pasalnya, menjalani kehidupan rumah tangga tidak selamanya berjalan dengan mulus dari hambatan-hambatan dan persoalan demi persoalan muncul silih berganti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi pasangan suami istri, memiliki rumah tangga yang nyaman, tenteram, dan harmonis merupakan dambaan. Namun, dalam perjalanannya sering kali diuji dengan perselisihan dan pertengkaran yang terkadang tidak dapat dihindari. Untuk menghadapi situasi tersebut, ada 5 tips dan nasihat ulama yang dapat dilakukan oleh pasangan suami istri agar rumah tangga senantiasa diliputi ketenangan dan kedamaian. Berikut adalah beberapa diantaranya:

1. Saling menghormati dan menyayangi

Saling menghormati dan menyayangi merupakan fondasi dalam sebuah rumah tangga. Hal ini bisa disebut sebagai mu’asyarah bil ma’ruf atau “bergaul dengan cara yang baik”. Menurut Imam Al-Ghazali, suami-istri harus memperlakukan satu sama lain dengan akhlak terbaik. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah dalam Surat An-Nisa ayat 19:

وَعَاشِرُوْهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِۚ

Artinya: “Pergaulilah mereka dengan cara yang patut.”

Lebih jauh, Al-Ghazali juga menekankan pentingnya sikap suami dan istri untuk saling memperlakukan pasangannya dengan akhlak yang mulia. Bagi suami, harus memperlakukan istrinya dengan bijak, dan menerima apa adanya. Bagi istri, harus menghormati suami, menjaga kehormatan keluarga, dan patuh terhadap perintahnya selama tidak bertentangan dengan syariat. Al-Ghazali menjelaskan:

الْأَدَبُ الثَّانِي حُسْنُ الْخُلُقِ مَعَهُنَّ وَاحْتِمَالُ الْأَذَى منهن ترحمًا عليهن

Artinya: “Adab yang kedua: suami harus bersikap dan berakhlak baik terhadap istrinya, memiliki kesabaran saat istri marah, dan saat menderita sakit.” (Imam Al-Ghazali, Ihya’ Ulumiddin, [Beirut, Darul Ma’rifah: tt], jilid. II, hlm. 42)

2. Saling Memahami dan menerima kekurangan

Sebagaimana diketahui bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Oleh karena itu, penting bagi setiap pasangan untuk memahami dan menerima kekurangan satu sama lain. Imam Al-Ghazali menasihati agar seorang suami hendaknya bersabar dan tidak tergesa-gesa menceraikan istrinya jika menemukan sifat yang tidak disukai.

Sebaliknya, ia harus menimbang-nimbang dan mengingat kebaikan-kebaikan lain dari pasangannya. Sikap saling menerima ini sangat penting untuk menghindari perdebatan yang sia-sia dan menguatkan ikatan batin. Sang suami tidak boleh langsung marah ketika cemburu dan juga tidak boleh berprasangka buruk kepada istrinya.

Artinya, suami istri mesti fokus pada kebaikan dan sisi positif yang ada dalam diri pasangannya, bukan melihat pada sisi kekurangannya. Selain itu, mesti menghindari prasangka buruk dan kecurigaan berlebihan yang bisa merusak kepercayaan. Dengan saling menerima, ikatan batin kalian akan semakin kuat. Imam Al-Ghazali menjelaskan:

الْخَامِسُ الِاعْتِدَالُ فِي الْغَيْرَةِ وَهُوَ أَنْ لا يتغافل عن مبادي الْأُمُورِ الَّتِي تُخْشَى غَوَائِلُهَا وَلَا يُبَالِغَ فِي إِسَاءَةِ الظَّنِّ وَالتَّعَنُّتِ وَتَجَسُّسِ الْبَوَاطِنِ

Artinya: “Adab yang kelima: bersikap wajar dalam keadaan marah atau ketika sedang cemburu. Jangan memulai berprasangka terhadap hal-hal yang tidak diketahui (rahasia) tentang wanita.” (Ihya’ Ulumiddin, jilid. II, hlm. 45)

3. Jujur dan Terbuka

Komunikasi dalam sebuah hubungan bisa diibaratkan seperti oksigen yang bisa menghidupkan suatu hubungan. Dalam hal ini, Imam Al-Ghazali menekankan pentingnya komunikasi yang lembut dan sopan. Bicara dengan kata-kata yang baik, hindari nada kasar, dan selalu mencari jalan tengah.

Selain itu, tidak dianjurkan kaku dalam komunikasi. Sesekali, diperlukan juga canda dan tawa untuk mencairkan suasana dan melepas penat setelah seharian beraktivitas. Bercanda bisa bikin hati senang, dan ini penting untuk keharmonisan rumah tangga. Al-Ghazali menjelaskan:

الثَّالِثُ أَنْ يَزِيدَ عَلَى احْتِمَالِ الْأَذَى بِالْمُدَاعَبَةِ وَالْمَزْحِ وَالْمُلَاعَبَةِ فَهِيَ الَّتِي تُطَيِّبُ قُلُوبَ النِّسَاءِ

Artinya: “Adab yang ketiga: hendaklah bermain dan bercanda dengan istri (jangan mendiamkannya dalam waktu yang lama). Seorang suami hendaknya sering bermain dan bercanda dengan istri di samping menanggung semua beban penderitaan berupa kewajibannya. Sebab, semua itu terbukti mampu memberikan kesenangan kepada keduanya (suami dan istri).” (Ihya’ Ulumiddin, jilid. II, hlm. 44)

4. Tidak berlebihan saat bercanda

Meskipun bercanda itu penting, Imam Al-Ghazali juga mengingatkan agar dibatasi dan tidak berlebihan. Bercanda yang kelewat batas bisa membuat pasangan kehilangan rasa hormat dan wibawa satu sama lain. Boleh bercanda tapi jangan sampai merusak akhlak atau melanggar norma. Suami perlu menjaga wibawa sebagai pemimpin keluarga dan jangan biarkan hal-hal yang salah jadi kebiasaan. Hal ini sebagaimana dijelaskkan oleh Al-Ghazali sebagai berikut:

الرابع أن لا يتبسط فِي الدُّعَابَةِ وَحُسْنِ الْخُلُقِ وَالْمُوَافَقَةِ بِاتِّبَاعِ هَوَاهَا إِلَى حَدٍّ يُفْسِدُ خُلُقَهَا وَيُسْقِطُ بِالْكُلِّيَّةِ هَيْبَتَهُ عِنْدَهَا بَلْ يُرَاعِي الِاعْتِدَالَ فِيهِ فَلَا يَدَعُ الْهَيْبَةَ وَالِانْقِبَاضَ مَهْمَا رَأَى مُنْكَرًا وَلَا يَفْتَحُ بَابَ الْمُسَاعَدَةِ عَلَى الْمُنْكَرَاتِ الْبَتَّةَ بَلْ مَهْمَا رَأَى مَا يُخَالِفُ الشَّرْعَ وَالْمُرُوءَةَ تَنَمَّرَ وَامْتَعَضَ

Artinya: “Adab yang keempat: jangan bercanda dengan istri secara berlebihan (melampaui batas yang diizinkan), sehingga akhlaknya menjadi rusak dan rasa segan serta hormat kepada suami menjadi hilang. Bercandalah secara wajar saja. Jangan meninggalkan tugas dan kewajiban sebagai suami, serta jangan meninggalkan kewibawaan saat melihat kemungkaran ada padanya.” (Ihya’ Ulumiddin, jilid. II, hlm. 44)

Dari paparan di atas, dapat kita ketahui bahwa ada 4 tips agar rumah tangga menjadi nyaman dan tentram, di antaranya adalah saling menghormati dan menyayangi, memahami dan menerima kekurangan pasangan, komunikasi yang baik dan jujur, dan tidak bercanda secara berlebihan. Tentunya masih banyak nasihat para ulama lain agar rumah tangga menjadi nyaman dan tentram yang belum dapat terpapar pada kesempatan kali ini. Wallahu ‘alam.

Sumber: Halaman Keislaman pembahasan Nikah/keluarga Nahdlatul Ulama (NU)

Editor: Dede Bustomi

Berita Terkait

Semarak Hari Santri Nasional, Program Ngosrek dan Gempungan Pelayanan Publik di Cireok
Erwin Menghadiri Pengajian Majelis Taklim Nurul Ilmi Di Pendopo, Begini Katanya!
Hati-Hati..!! Salah Kaprah Memaknai Uang Haram sebagai Rezeki
Ramai Soal Jeda Ijab Kabul Maxime-Luna Maya, Ini Penjelasan Penghulu
Malam Nuzulul Qur’an 1446 H: Wakil Bupati Bogor Berikan Santunan
Menag Ajak Masyarakat Wujudkan Ramadan Menyenangkan dan Menenangkan
Nisyfu Sya’ban Berdasarkan Hadits dan Ijma Ulama ada Amalan dan Keutamaannya
Dosa Besar Perbuatan Perampasan Tanah Milik Orang Lain

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:01 WIB

Dukung Kenaikan Gaji TNI: Prajurit Sejahtera, Pertahanan Negara Semakin Kuat

Kamis, 16 Juli 2026 - 02:37 WIB

Eric Vr: “Menolong Publik di Era Digital Adalah Menyajikan Kebenaran, Bukan Sensasi Clickbait

Senin, 13 Juli 2026 - 16:01 WIB

GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Komitmen Presiden Prabowo Wujudkan Indonesia Bebas Korupsi

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:25 WIB

Presiden GANTARA Sandi Febri Wijaya Sampaikan Ucapan Menyentuh di Hari Koperasi Nasional ke-79: “Koperasi Adalah Rumah Gotong Royong Melawan Pengangguran”

Minggu, 12 Juli 2026 - 00:19 WIB

Profesor Sutan Nasomal Yakini Presiden Prabowo Subianto Mendukung Pemekaran Daerah Secepatnya Masyarakat Menunggu Dengan Sangat !!

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:53 WIB

Bursa Capres 2029 : Prabowo, Samsuri, S.Pd.I, M.A dan Anies, 3 Nama Calon Kuat untuk Pilpres 2029

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:29 WIB

PW GP Al Washliyah DKI Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Polri Ungkap Dugaan Korupsi Batu Bara, Jangan Ada Intervemsi

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:01 WIB

Rumah Moderasi Sampaikan Dukungan Ke Polri, Ingatkan Potensi Ancaman Radikal Bagi Anak Bangsa Melalui Ruang Digital

Berita Terbaru