SATUNEWS.NET– Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Pangalengan untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026 digelar pada Rabu (26/02/2025) di Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.
Musrenbang kali ini mengusung tema Optimalisasi Pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam Rangka Mewujudkan Kabupaten Bandung yang Lebih Bedas.
Kolaborasi untuk Pembangunan Pangalengan
Acara ini dihadiri oleh Camat Pangalengan Vena Andriawan, para anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Dapil 7, kepala desa, unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Camat Vena menekankan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan Kecamatan Pangalengan, mengingat luasnya wilayah dan kompleksitas permasalahan yang ada.
“Hari ini kita kedatangan para anggota DPRD yang siap mengawal aspirasi masyarakat. Semoga dengan adanya kehadiran OPD dan DPRD Kabupaten Bandung, aspirasi masyarakat dapat direalisasikan,” ujar Vena.
Salah satu fokus utama Musrenbang ini adalah pengentasan kemiskinan dan stunting. Camat Vena berharap agar Kecamatan Pangalengan terbebas dari kedua masalah tersebut melalui penanganan yang terintegrasi dan kolaboratif antara pemerintah daerah, OPD, dan masyarakat.
Anggaran dan Prioritas Pembangunan
Dalam forum ini, Camat Vena juga mengungkapkan bahwa alokasi anggaran untuk pembangunan Kecamatan Pangalengan pada tahun 2026 mencapai sekitar Rp9,2 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp4 miliar dialokasikan untuk infrastruktur, sementara sisanya akan digunakan untuk program-program yang melibatkan 16 dinas terkait.
“Memang, dari komposisi anggaran, infrastruktur masih menjadi prioritas utama karena masih banyak jalan yang rusak dan drainase yang belum optimal. Namun, ke depan, kami berharap permasalahan lainnya, seperti stunting dan kemiskinan, juga dapat ditangani dengan baik,” tambahnya.
DPRD Kabupaten Bandung juga menegaskan komitmennya untuk mengawal program-program yang belum terakomodir dalam Musrenbang kali ini. Hal-hal yang belum terselesaikan akan masuk dalam pokok-pokok pikiran dewan agar tetap menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan ke depan.
Strategi Pengentasan Kemiskinan dan Stunting
Terkait pengentasan kemiskinan, Camat Vena menekankan bahwa bantuan sosial, baik dalam bentuk uang maupun sembako, bukanlah solusi jangka panjang. Oleh karena itu, ia berharap ada formulasi baru untuk memberdayakan masyarakat secara lebih mandiri, salah satunya dengan mengoptimalkan sektor pariwisata di Pangalengan.
“Harapan ke depan, kita tidak hanya memberikan ‘umpan’ dalam bentuk bantuan, tetapi juga memberikan ‘kail’ agar masyarakat bisa mandiri. Sektor wisata di Pangalengan bisa menjadi solusi dalam pengentasan kemiskinan, begitu juga dalam penanganan stunting,” jelasnya.
Dalam penyelesaian masalah stunting, Camat Vena menekankan pentingnya sinergi antara puskesmas, pemerintah kabupaten, dan pemerintahan desa. Pembagian peran yang jelas dan koordinasi yang baik menjadi kunci agar permasalahan ini dapat ditangani secara efektif.
“Penyelesaian masalah ini butuh kerja sama semua pihak. Jika kita bersinergi, maka berbagai tantangan di Pangalengan, baik infrastruktur, stunting, maupun kemiskinan, bisa teratasi,” pungkasnya.
Dengan adanya Musrenbang ini, diharapkan pembangunan di Kecamatan Pangalengan dapat lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi yang erat antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan Bandung yang lebih Bedas. ***
Wapimred (Dera Restu)











































