Monumen TPU Cikadut, Dorong Pelestarian dan Pengembangan Kawasan Cagar Budaya, Martin Chandra Perhatikan Warisan Leluhur
satu1news.com
Minggu, 29 Maret 2026
Wali Kota Muhammad Farhan meresmikan Monumen TPU Cikadut sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam melestarikan nilai sejarah dan budaya. Peresmian yang berlangsung di kawasan TPU Cikadut ini menjadi langkah awal menuju penetapan kawasan tersebut sebagai cagar budaya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Bandung Asep Robin, tokoh masyarakat Yayasan Peduli Tionghoa Djoni Tjoat, serta Martin B Candra Panitia dari Bandung Ngariung, Ketua Pelaksana Oting Hambali, unsur Forkopimda, serta tokoh-tokoh cagar budaya dari DDI sektor pemakaman Cikadut.
Dalam keterangannya, Wali Kota Bandung menegaskan bahwa Pemerintah Kota akan memfasilitasi kajian komprehensif bersama masyarakat dan Dinas Kebudayaan guna menetapkan TPU Cikadut sebagai kawasan cagar budaya resmi.
Sementara itu, dalam wawancara di kawasan Taman Cagar Budaya Pemakaman Cikadut, tokoh masyarakat Tionghoa menyampaikan refleksi mendalam mengenai pentingnya pelestarian makam sebagai bagian dari peradaban dan identitas bangsa.
“Masa demi masa telah dilalui—berbagai musibah, pergantian era, hingga tumbuhnya generasi baru. Kami percaya, berkembangnya budaya suatu bangsa tidak terlepas dari peran leluhur. Keberadaan kita hari ini adalah karena mereka, dan anak cucu kita kelak ada karena kita,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pemahaman generasi muda terhadap asal-usul mereka sangat bergantung pada warisan yang ditinggalkan, termasuk situs pemakaman sebagai bukti sejarah. “Bagaimana anak cucu kita mengetahui asal-usulnya jika mereka tidak memahami siapa leluhurnya? Makam adalah bukti nyata bahwa kita memiliki peradaban. Dari sana, kita belajar menghargai sejarah, tradisi, dan nilai-nilai kehidupan,”katanya Martin pada pidatonya.
Menurutnya, pelestarian kawasan pemakaman bukan hanya bentuk penghormatan kepada leluhur, tetapi juga menjadi fondasi dalam menjaga kesinambungan budaya dan identitas bangsa. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam pemugaran monumen cagar budaya di kawasan tersebut.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa kawasan pemakaman seperti TPU Cikadut memiliki potensi besar yang selama ini belum dikelola secara optimal. Dengan kondisi lingkungan yang asri, udara yang bersih, serta panorama yang indah, kawasan ini dinilai layak dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya.
“Pemakaman bisa menjadi ruang yang bermanfaat bagi kehidupan. Jika dikelola dengan baik, lingkungan akan terjaga, masyarakat sekitar merasakan dampak positif, dan Kota Bandung mendapatkan nilai tambah dari sisi budaya maupun pariwisata,” ungkap aktor, EO juga sebagai panitia cagar budaya bersuara merdu.
Senada dengan hal tersebut, Martin Candra menegaskan pentingnya kolaborasi lintas komunitas dalam menjaga dan mengembangkan kawasan Cikadut sebagai ruang publik berbasis sejarah dan budaya.
Peresmian monumen ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah di kawasan TPU Cikadut, sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan sebagai destinasi wisata edukatif.
Pemerintah Kota Bandung pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat kawasan ini, sehingga nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya dapat terus lestari bagi generasi mendatang.
Penulis : Wnz,timdetikakurat











































