SATUNEWS.NET– Pada pagi yang cerah di Hari Raya Idul Fitri Tahun 2025, 1446 H, gema takbir berkumandang dengan penuh semangat di udara.
Suara takbir yang menggema di Masjid At-Taqwa, Kampung Mekar Mukti, RW 11 Pangalengan, Kabupaten Bandung, Senin 31 Maret 2025
menandakan datangnya kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.
“Allohuakbar, Allohuakbar, Allohuakbar, Walilah ilham.” Suara ini menggema di seluruh masjid, mengingatkan umat Islam akan kebesaran Allah dan kemenangan yang telah diraih setelah menahan diri selama Ramadan.
Shalat Idul Fitri kali ini dihadiri oleh ribuan jamaah dari masyarakat sekitar serta para perantau yang pulang ke kampung halaman.
Mereka berkumpul dengan semangat untuk melaksanakan shalat sunnah Idul Fitri bersama.
Di masjid tersebut, suasana terasa penuh kebahagiaan bercampur haru. Keindahan momen ini begitu terasa, karena Idul Fitri menjadi puncak dari perjalanan spiritual yang dimulai sejak awal Ramadan.
Masyarakat Kampung Mekar Mukti menjadikan shalat Ied sebagai momen yang sangat istimewa. Selain ibadah, shalat Ied juga menjadi kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga dan teman-teman.
Banyak yang kembali ke kampung halaman untuk bertemu orang tua dan sanak saudara. Suasana penuh kehangatan tampak dengan banyaknya salaman dan ucapan “Selamat Hari Raya Idul Fitri”.
Rasa haru pun semakin kental karena banyak yang sudah lama tidak bertemu dengan keluarga.
“Ini momen yang sangat berarti. Bisa bertemu kembali dengan orang tua dan saudara setelah berbulan-bulan berpisah, membuat hati ini sangat bahagia,” ujar salah satu jamaah, Taufik, yang baru pulang dari Merantau.
Selain kebahagiaan, Idul Fitri juga menjadi waktu untuk merenung dan memperbaiki diri.
Setelah sebulan berpuasa, umat Islam tidak hanya merayakan kemenangan dari menahan hawa nafsu, tetapi juga sebagai waktu untuk introspeksi diri.
Sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW, Idul Fitri merupakan momentum untuk melanjutkan segala kebaikan yang diperoleh selama Ramadan.
Idul Fitri juga menjadi waktu yang sangat tepat untuk saling memaafkan. Tradisi saling meminta maaf setelah shalat Ied pun berlangsung dengan penuh kehangatan.
Setiap permintaan maaf dan salaman menjadi cara untuk membersihkan hati dan mempererat tali silaturahmi antar sesama.
Banyak umat yang memanfaatkan kesempatan ini untuk bertemu orang tua dan memohon doa, yang dianggap sebagai salah satu cara untuk mendapatkan berkah dan keselamatan.
Ketua DKM Masjid At Taqwa, H.Tatang S, mengungkapkan, “Hari Raya Idul Fitri adalah momen yang luar biasa.
Selain merayakan kemenangan, kita juga berkesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama.
Ini adalah waktu yang tepat untuk menegaskan komitmen kita dalam menjalani hidup yang lebih baik.”
Sebagai penutup, Idul Fitri di Kampung Mekar Mukti tahun ini mengajarkan umat untuk menjaga semangat Ramadan dan menjadikannya sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Dengan setiap langkah menuju masjid, setiap doa yang dipanjatkan, dan setiap senyum yang dibagikan, Idul Fitri kali ini di Kampung Mekar Mukti penuh dengan kebahagiaan dan makna.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga setiap amal baik yang dilakukan selama Ramadan dapat diteruskan dan membawa berkah sepanjang tahun.***
Wakil Pimpinan Redaksi :
(Dera Restu Ginanjar)











































