Warga Desa Sukasari Keluhkan Kebisingan dan Getaran Akibat Pembangunan Pabrik di Wilayah Kecamatan Pameungpeuk

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Minggu, 25 Mei 2025 - 19:02 WIB

50244 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SATUNEWS.NET— Warga Kampung Cibintinu RT 05 RW 07, Desa Sukasari, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, menyuarakan keresahan mereka terhadap pembangunan pabrik milik PT Nobel Carpets yang berlokasi sangat dekat dengan permukiman.

Jarak antara proyek pembangunan dan rumah warga disebut kurang dari lima meter, sehingga menimbulkan gangguan serius bagi kehidupan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut pengakuan warga kepada awak media, aktivitas pembangunan menimbulkan kebisingan tinggi dan getaran hebat yang dirasakan hampir setiap hari.

Tak sedikit rumah yang mengalami keretakan pada bagian dinding dan lantai, diduga akibat getaran dari alat berat dan proses konstruksi.

“Setiap hari rumah terasa seperti diguncang. Suaranya bising sekali, dan dinding rumah mulai retak-retak. Kami jadi khawatir akan keselamatan keluarga,” ujar salah satu warga yang ditemui di lokasi.

Selain persoalan teknis, warga juga menyoroti soal pembebasan lahan yang hingga kini belum terealisasi. Pihak perusahaan sebelumnya disebut pernah menjanjikan pembebasan lahan kepada warga terdampak, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas.

Ironisnya, pembangunan terus berlanjut meskipun belum ada kejelasan terkait kompensasi ataupun kesepakatan tertulis.

“Dari awal sudah dijanjikan pembebasan lahan, tapi tidak pernah ada kejelasan. Warga hanya diberi harapan, sementara pembangunan jalan terus,” ungkap warga lainnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Camat Pameungpeuk, Agus Hindar, mengaku telah menerima informasi dari warga dan menyatakan akan meninjau langsung lokasi proyek.

“Insya Allah besok saya akan cek ke lokasi untuk melihat langsung kondisinya,” kata Agus Hindar saat dikonfirmasi awak media pada Minggu, 25 Mei 2025.

Warga berharap, dengan adanya perhatian dari pemerintah kecamatan, pihak perusahaan bisa segera duduk bersama dengan masyarakat untuk mencari solusi terbaik.

Mereka mendesak agar aktivitas pembangunan dihentikan sementara hingga ada kejelasan mengenai nasib lahan mereka serta kompensasi atas kerusakan yang sudah terjadi.

Hingga berita ini ditulis, pihak PT Nobel Carpets belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga.

Sementara itu, sejumlah warga telah mengumpulkan dokumentasi berupa foto dan video sebagai bukti dampak yang ditimbulkan pembangunan tersebut.***

Berita Terkait

Maison Grande Jadi Saksi Bersatunya Rini Anggraeni dan Azhar Dzulfiqar dalam Ikatan Pernikahan
Tunggu Evaluasi Kemendagri, Pemprov Jabar Belum Ambil Keputusan Terkait Pinjaman Daerah
PKL Tak Dilarang, Tapi Lapak Permanen di Trotoar Bakal Jadi Sasaran Penertiban
Dugaan Penganiayaan Anggota LSM KOREK di BPN Kota Bandung, CCTV dan Saksi Diminta Diperiksa
Ribuan Warga Padati Festival Asia Afrika, Bandung Semakin Mendunia
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jabar: Silat Bentuk Karakter, Negara Siapkan Dana Rp300 Juta
SAA Datangi Polda Jabar, Minta Kejelasan Laporan Dugaan Perkara TH yang Telah Berjalan Sejak 2024
Grand Final Duta GenRe Kota Bandung 2026 Lahirkan 3 Finalis Terbaik

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 02:55 WIB

Publik Menagih Ketegasan, Jangan Hanya Sita Dua Ekskavator Sementara Ratusan Lainnya Masih Mengeruk Emas

Berita Terbaru